Tips Mengurangi Kesalahan Orang Tua dalam Mendidik Anak (Bagian 2)

Halo, Smart Ladies!

Setelah kemarin kita bahas mengenai tujuh kesalahan orang tua dalam mendidik anak, hari ini kembali kita bahas mengenai hal tersebut.
Semoga tidak membuat Ladies bosan, ya. Yuk, kita belajar:


1. Kurang Memahami Fantasi Anak

Menurut para ahli, fantasi adalah satu kebutuhan intrinsik bagi pertumbuhan anak. Dengan fantasi kreativitas anak akan lebih terdukung. Dengan adanya fantasi, anak dapat lebih memahami sesama manusia dan memberi motivasi untuk meraih sesuatu.


2. Membiarkan Anak Mencuri

Cara yang dapat diajarkan adalah dengan mengajarkan anak tentang perilaku yang baik dan buruk serta pengetahuan tentang kepemilikan. Memberikan pemahaman kepada anak bahwa mencuri itu salah karena mencuri atau mengambil milik orang lain akan melukai hati orang yang dicuri.


3. Tidak Menumbuhkan Kebiasaan Membaca pada Anak

Berikut ini pengelompokan jenis buku berdasarkan kelompok usia:
a. Usia 3 tahun buku yang disukai anak adalah buku yang gambarnya mencolok dan ceritanya singkat-singkat.
b. Usia sampai dengan 6 tahun, anak menyukai buku-buku dongeng, sajak, cerita tentang binatang, dan pengalaman sehari-hari.
c. Usia 6-9 tahun mulai menyukai cerita yang sesuai dengan hobi mereka.
d. Usia 9-12 tahun, anak sudah mulai menyukai buku cerita rakyat, sajak-sajak, dan misteri.
Jika membaca sudah menjadi kebiasaan, anak akan mempunyai potensi sukses yang lebih besar dibanding anak yang benci membaca. Jadi, mari budayakan membaca untuk masa depan anak-anak.


4. Tidak Mengajarkan Anak Konsep Kepemilikan

Dalam konsep kepemilikan, anak belajar menghargai privasi orang lain. Cara yang paling sederhana yang dapat dilakukan adalah melibatkan diri Ladies untuk bermain dengan anak dan menyertakan barang-barang kesayangannya. Sewaktu bermain, katakan padanya bahwa Ladies ingin meminjam mainannya dan akan segera dikembalikan lagi. Jika anak sedang bermain dengan teman dan dia menginginkan barang milik temannya, maka ajarkan kepadanya untuk mengatakan “pinjam” bukan “minta”.


5. Tidak Mengajarkan Etika kepada Anak

Dalam hal ini, hal sederhana yang Ladies bisa lakukan adalah dengan memberi contoh kepada anak. Jika anak sering mendengar orang tuanya mengucapkan kata “terima kasih” dalam lingkup keluarganya, ia akan mudah untuk menirukannya. Ada bermacam-macam etika yang bisa dikenalkan pada anak.


6. Tidak Mengenalkan Anak dengan Teknologi

Peran Ladies sangat besar dalam proses pengenalan iptek pada anak. Sikap terpenting yang harus dipahami adalah bahwa menerangkan kepada anak tentang apa itu teknologi, apa dampak bagi kehidupan, dan apa yang yang bisa kita lakukan dengan teknologi.


7. Tidak Memberikan Pendidikan Moral kepada Anak

Sejak memasuki tahun pertama usianya, sebaiknya anak sudah mulai diberi pendidikan moral. Pengetahuan yang tinggi tidak akan menjamin anak memiliki moral yang tinggi juga. Yang terpenting jangan lupa bahwa orang tua harus konsisten dengan apa yang diajarkannya. Peraturan yang dibuat orang tua hendaknya berlaku untuk orang tua juga.


8. Tidak Menanamkan Rasa Nasionalisme kepada Anak

Rasa nasinalisme perlu ditumbuhkan sejak usia dini dan keluarga bisa ikut berperan penting, di dalamnya. Caranya yang bisa dilakukan adalah:
a. Melalui dongeng atau cerita
b. Turut memperingati hari-hari besar nasional
c. Mengajak anak mengunjungi tempat-tempat bersejarah, seperti museum perjuangan.
d. Mengajak anak bernyanyi bersama dengan lagu-lagu wajib nasional.
Semoga delapan tambahan pemaparan kesalahan orang tua kepada anak diatas dapat menjadikan kita orang tua yang lebih baik lagi dimasa depan.

Semoga delapan tambahan pemaparan kesalahan orang tua kepada anak diatas dapat menjadikan kita orang tua yang lebih baik lagi dimasa depan.

Related posts

Leave a Comment