Mencintai karena Allah

Aku memandangi selembar kertas yang ada di tanganku, membaca berulang-ulang. Ada sebuah foto ukuran 4R di belakangnya. Kertas ini berisi biodata laki-laki yang akan menjadi calon suamiku. Mbak Ningrum, sosok keibuan yang menjadi guru mengaji, memberikan kepadaku hari ini selepas kajian rutin. “Hana, silakan kamu pelajari dan bicarakan dengan keluargamu. Kami menunggu jawabanmu dua minggu lagi, ya.” ucap Mbak Ningrum kepadaku. “Insyaallah Mbak.” Terus terang dadaku berdegup kencang saat melihat biodata ini. Nanti malam, aku akan menyampaikan hal ini kepada orang tuaku.  “Kamu sudah pernah bertemu dan kenal dengan laki-laki…