GAUN PESTA

Aku memandangi kartu undangan berbentuk oval, berwarna hitam dan putih yang ada di tanganku dengan jengah. Itu adalah undangan ulang tahun Anne yang ke tujuh belas, teman sekelasku di SMA. Acaranya nanti jam tujuh malam. Aku mendadak menjadi orang paling bingung sedunia karena undangan itu. Masalahnya, aku tidak mempunyai gaun yang bagus untuk mendatangi acara tersebut. Apalagi, tempatnya berada di sebuah restoran yang besar dan mahal.  Aku bersama dua sahabatku, Lina dan Ika, membahas masalah gaun ini sampai pulang sekolah. Di antara kami bertiga, hanya aku yang berhijab. “Aku sudah…