Syahadat Cinta

“Mom, please forgive me, I have to do this,” Kusentuh lembut bahu ibuku yang memalingkan wajahnya setelah aku memberi pengakuan. “So, you choose her than your family?” Suara Mom bergetar. Aku bisa merasakan betapa ia menahan kesedihan yang mendalam disebabkan oleh pernyataanku. “I’ve been thinking, and study this thing for so long … its not just because I do crush on her. Its about my faith, Mom,” kupeluk perlahan kedua bahunya dan menghirup wangi helaian rambutnya yang mulai memutih, sebelum bibirku mendarat di pipinya yang masih basah oleh air mata.…