Cinta Sejati Kakek

Mata tua di balik kacamata frameless itu memindai wajahku dengan seksama. Aku memamerkan senyum yang dibalasnya dengan senyum yang tak kalah menawan. “Kamu? Kamu putrinya Sekarini, kan?” tanya wanita yang kutaksir berusia kurang lebih sama dengan mendiang nenekku, enam puluh tiga tahun. Aku refleks mengangguk, melebarkan senyum dan meraih kedua tangannya dalam genggamanku. “Apa nenek mengenal Mama saya?” tanyaku antusias seraya menatap matanya penuh harap. Mata teduh itu perlahan mulai berkaca-kaca. Ditariknya tubuhku masuk ke dalam hangat dekapannya. “Sangat, aku sangat mengenalnya. Aku bahkan sangat menyayanginya.” Suaranya bergetar saat ia…