Cinta Sita

Gelagat yang tidak baik pun akhirnya tercium oleh Sita, perempuan berambut ikal mayang sepinggang. Semua berawal dari pesan WhatsApp yang salah kirim kepadanya.

Tanpa sepengetahuan Gio, perempuan pendiam yang cerdas itu mengumpulkan informasi tentang Hana dan masa lalunya. Hingga akhirnya dia menentukan sikap dan membuat keputusan. Ia tidak mau suaminya terjebak dalam lingkaran cinta terlarang yang bisa menjadi petaka.

***

Gio termenung memikirkan permintaan istrinya yang sangat tidak masuk akal. Sikap yang aneh bahkan menurutnya tidak rasional. Dia pikir Sita bakal cemburu, marah-marah tidak karuan, dan ujungnya minta cerai.

Ternyata semua yang disangkanya salah seratus persen. Bukan sikap buruk yang ia terima, malah sebaliknya. Sita menyuruhnya untuk menikahi Hana. Masih tergambar dan terngiang dengan jelas percakapan bersama Sita tadi pagi.

“Maaf, Mas. Tolong, jangan tersinggung, ya. Aku mau ngomong soal hubungan Mas Gio dengan Mbak Hana,” kata Sita memulai obrolan. Gio sedikit terhenyak.

“Kalau Mas Gio mau menikah sama Mbak Hana, aku enggak apa-apa, kok. Aku siap dimadu, Mas. Jangan sungkan bilang padaku jika membutuhkan bantuan,” lanjutnya tanpa sedikit pun ada nada ragu diucapannya.

Lelaki berperawakan kekar itu memandang istrinya penuh selidik. “Kamu serius, Sit? Apakah aku tidak salah dengar?” tanya Gio untuk lebih meyakinkan.

Gio merasa heran, bagaimana Sita tahu kalau dia dan Hana merencanakan pernikahan.

“Serius, Mas. Kalau tidak percaya, Mas Gio boleh membuktikan omonganku,” ucap Sita, perempuan kampung yang lugu berparas ayu itu, seolah menantang Gio. Tidak ada sedikit pun kekhawatiran atau rona kesedihan di wajahnya.

“Awas, ya. Aku akan buktikan dan tagih kata-katamu,” ancam Gio ketus seraya ngeloyor pergi, meninggalkan Sita yang masih duduk di teras depan. Tujuannya hanya satu, Hana.

Gio segera mengendarai motor Scoopy hitamnya menuju rumah Hana. Ia tidak mau menyia-nyiakan kesempatan emas bersama perempuan itu. Sekalian membicarakan kelanjutan rencana mereka. Mumpung suaminya sedang pergi ke luar kota.

Hana, perempuan beranak dua yang pernah menjadi mimpinya ketika SMA dulu. Sayang, cinta Gio kandas sebelum bersambut karena sejak SMA, Hana sudah dijodohkan dengan laki-laki pilihan orang tuanya.

Kini mereka dipertemukan kembali saat acara reuni sebulan yang lalu. Memori yang sudah usang dan tertimbun waktu, mendadak mencuat kembali menjelma riak-riak asmara.

Gio seperti mendapat kekuatan baru. Hari-harinya menjadi cerah bersinar dan penuh semangat. Di benaknya yang ada hanya Hana, Hana, dan Hana. Dia lupa pada Sita, perempuan setia yang telah dinikahinya sepuluh tahun yang lalu.

Entah kapan pastinya hubungan asmara mereka terjalin, yang pasti sejak reuni itu mereka menjadi lebih akrab dan semakin dekat.

Awalnya hanya sekadar say hello, lalu janjian makan bersama, lama-lama menjadi sebuah kencan. Hingga kini mereka ibarat sepasang kekasih yang sedang dimabuk cinta.

***

Tiba di rumah Hana, Gio disambut mesra seperti biasanya. Tentunya tidak diketahui anak-anaknya karena mereka belum pulang sekolah.

“Gimana progres plan A kita, Sayang?” tanya Gio mesra seraya menciumi Hana sepuasnya.

“Sepertinya plan A kita progresnya tidak bagus, Darling. Aku harus mencari momen yang tepat untuk minta cerai dari suamiku. Kecuali kamu menceraikan dulu istrimu. Ingat ya, aku tidak mau diduakan. Jika kita jadi menikah aku tidak mau ada perempuan lain di rumah,” jawab Hana manja di pelukan Gio.

“Tetapi Sita tidak mau bercerai. Ia siap dimadu, Sayangku. Istriku itu malah mau membantu kita,” rajuk Gio mencoba membujuk Hana.

Mendadak Hana bangkit dan mendorong Gio keras-keras. Hampir saja lelaki itu terjatuh dari sofa tempat mereka berpelukan.

“Apa, siap dimadu? Enggak salah dengar? Tidak! Aku tidak mau jadi yang kedua. Hanya ada satu, aku! Jika tidak bisa, lupakan saja kita!” teriak Hana marah. “Lagi pula aku sudah dibelikan mobil sama suamiku. Jadi untuk apa bercerai dan menikah denganmu. Aku akan pertimbangkan jika kamu ceraikan dulu istrimu.”

“Jadi bagaimana kelanjutan hubungan kita?” tanya Gio seperti orang bodoh.

“Hubungan kita sekarang selesai. Kecuali kamu bercerai, baru kita bicarakan lagi,” ucap Hana sinis.

Gio seperti ditampar dan tersadar dari mimpi. Betapa jauh berbeda antara Hana dan Sita.

Tanpa permisi Gio segera meninggalkan rumah itu dan pulang. Ia ingin cepat bertemu Sita dan meminta maaf atas semua kesalahannya.

***

Sesampai di rumah Gio langsung memeluk Sita erat-erat seolah tidak mau melepaskan. Diciumnya kening perempuan itu dengan penuh kasih sayang. Air mata mengalir begitu saja tanpa bisa dicegah. Gio sangat menyesali kekhilafan yang telah terjadi. Selama ini ia telah dibutakan oleh nafsu yang menutup mata batinnya. Ia baru menyadari betapa tulus cinta Sita untuknya.

Bandung, 22 April 2019


***

titik jeha
titik jeha

Latest posts by titik jeha (see all)

Related posts

Leave a Comment