Tradisi Unik Sambut Ramadan di Yogyakarta

Hai, Smart Ladies. 

Bulan Ramadan adalah bulan yang selalu ditunggu-tunggu seluruh umat Islam di seluruh dunia. Saking antusiasnya saat menyambut bulan penuh hikmah ini, banyak perayaan yang dilangsungkan di berbagai daerah. Di Jogja ada tradisi unik yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya untuk menyambut bulan Ramadan. Yuk, intip ulasannya.

1. Apeman

Foto: youtube

Apem adalah jajanan tradisional Indonesia yang terbuat dari tepung beras, santan, telur, dan ragi. Dalam menyambut bulan suci, masyarakat Yogyakarta biasa menggelar tradisi apeman, yaitu apem ini dibuat tidak seperti apem pada umumnya, melainkan dengan ukuran utuh berdiameter 10 dan 20 cm dan hanya boleh dibuat oleh para wanita di sekitar keraton.Tradisi ini biasanya dilaksanakan di Keraton Yogyakarta.

2. Upacara Lelabuhan Kesultanan

Foto: kotaklasik.wordpress.com

Upacara lelabuhan kesultanan hanya diselenggarakan di dalam Keraton Yogyakarta, dikerjakan oleh keluarga keraton dan seluruh punggawanya, serta hanya bisa dilaksanakan dengan perintah Sultan.

Dalam upacara ini, kuku dan beberapa helai rambut Sultan dipotong,  lalu dilarung (dihanyutkan) di Parangtritis dan diletakkan di Gunung Merapi. Tradisi ini dipercaya bisa mendatangkan ketentraman dan ketentraman rakyat. 

3. Nyadran

Foto: suara merdeka

Tradisi satu ini merupakan tradisi yang dilakukan sebagian masyarakat Yogyakarta untuk menyambut bulan suci Ramadan.  Nyadran dilakukan untuk mendoakan para leluhur yang sudah meninggal supaya dosa-dosanya diampuni oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Beberapa masyarakat Yogyakarta melaksanakan nyadran dengan berziarah ke makam, tabur bunga, bersih-bersih, dan kenduri bersama keluarga maupun warga kampung. Namun, biasanya tradisi ini dilakukan dengan cara individu atau kelompok. 

4. Padusan

Foto: tirto.id

Tradisi satu ini dilakukan oleh masyarakat Yogyakarta berupa mandi satu hari sebelum tanggal 1 Ramadan atau saat malam tarawih. Maknanya adalah untuk membersihkan jiwa dan raga agar manusia bisa menyambut bulan penuh berkah dengan keadaan suci. 

Dahulu, tradisi ini dilakukan dengan cara berendam di tempat-tempat keramat. Seiring berjalannya waktu, tradisi ini kemudian dilakukan di mana saja.

5. Kampoeng Ramadan Jogokariyan

Tradisi ini merupakan tradisi yang dilangsungkan oleh warga Kampung Jogokariyan, Mantrijeron, Yogyakarta. Namun, tradisi menyambut Ramadan ini bisa dibilang sangat antusias dan luar biasa. Jadi, tidak jarang masyarakat yang bukan warga kampung Jogokariyan juga ikut antusias dan berpartisipasi dalam acara tersebut. 

Beberapa rangkaian acara menyambut bulan Ramadan yang dilaksanakan di daerah ini antara lain peresmian Kampoeng Ramadan Jogokariyan, buka bersama, lomba-lomba islami, dan masih banyak lagi. Bahkan, bagi masyarakat Yogyakarta, mengunjungi Kampoeng Ramadan Jogokariyan adalah keharusan, minimal satu kali selama bulan Ramadan. 

Itulah beberapa tradisi unik dalam menyambut Ramadan di Yogyakarta dan sekitarnya. Semoga bermanfaat. 

Related posts

Leave a Comment