Mesin Waktu Kakek

“Mas, bangun! Katanya mau pulang pukul sembilan, tinggal sepuluh menit lagi loh,” tegur Maya sambil mondar-mandir di samping ranjang penginapan yang kupakai beristirahat.

“Asli capek banget, May!” Keluhku pada gadis yang sudah satu setengah tahun ini kuangkat jadi asistenku dalam menerobos waktu.

“Iya ngerti, nanti sambung lagi tidurnya di tahun 2019. Sekarang buruan, aku nggak mau terperangkap di sini, loh ya, aku belum kawin!” Protesnya yang membuat rasa kantukku hilang.

Aku menyeringai, sepenting itu alasannya membangunkan aku, memangnya cuma dia yang belum kawin, aku kan juga masih virgin. Halah!

Semua berkas yang kami butuhkan telah disusun Maya dengan rapi. Kuaktifkan mesin waktu berbentuk pendant yang ratusan tahun lalu diciptakan dalam kondisi prematur oleh kakekku. Kutekan tombol kalibrasi. Angka pada layar pendant bergerak menuju tahun saat ini, tak lupa kuatur koordinat posisi yang kami kehendaki, lalu kutekan enter. Kemudian terdengar bunyi ‘bip’ diiringi kilatan cahaya.

Bip
Pendant dalam genggamanku berbunyi lagi. Kami telah kembali ke masa kini.

“Ini misi terakhir untuk malam ini kan, Mas?” tanya Maya memastikan.

Aku mengangguk sambil mengambil alih berkas-berkas penting yang telah berhasil kami dapatkan di tahun 1920. Seorang klien meminta kami menemukan bukti-bukti kepemilikan sejumlah kawasan yang diyakini sebagai milik keluarganya dan kami dibayar mahal untuk menjalankan misi ini .

Well, perkenalkan namaku Andri dan wanita yang menemaniku tadi adalah Maya, asistenku. Dia adalah cucu dari sahabat kakek. Kakekku adalah penemu mesin waktu yang sampai detik ini masih kami rahasiakan keberadaannya.

Mesin waktu milikku didesain kakek hanya untuk menjelajahi waktu yang telah berlalu. Beliau menolak ketika pemerintah memintanya untuk menyempurnakan mesin agar dapat digunakan untuk menjelajahi masa depan. Masa depan hanya Tuhan yang tahu, dalih kakek. Bisa berpetualang ke masa lalu juga bukan berarti memiliki kemampuan mengubah takdir atau memperbaiki sesuatu.

Mesin ini hanya memungkinkan kami kembali untuk keperluan pengambilan data atau mengecek keabsahan sebuah peristiwa. Jadi fungsinya hanya untuk memastikan kejadian yang sebenarnya dan untuk mematahkan berita-berita bohong seperti manipulasi sejarah yang dibuat oleh para oknum demi kepentingan pribadi dan golongan. Itulah niat awal kakek saat berencana membuat mesin ini.

Proyek pembuatan mesin waktu kakek awalnya akan diambil alih oleh pemerintah, tentu saja bersifat rahasia. Hanya pihak tertentu yang mengetahui akan hal ini. Namun, kemudian kakek dengan sengaja mengagalkan proyek tersebut, sehingga akhirnya proyek ini dinyatakan ditutup. Tentu saja itu cuma akal-akalan kakek. Tanpa sepengetahuan pemerintah, kakek melanjutkan proyek pembuatan mesin waktu yang kini telah berada dibawah kendaliku.


Hanya satu orang yang dipercaya kakek terkait proyek pembuatan mesin ini, dia adalah sahabat kakek yang cucunya tiba-tiba saja datang padaku satu setengah tahun yang lalu. Maya mengancam akan membuka rahasia ini ke media jika aku tidak memberinya pekerjaan. Bah, cari kerja memang tidak mudah di zaman sekarang. Aku rasa kakek telah dapat memperkirakan hal tersebut, sehingga ia menciptakan mesin penjelajah masa lalu, agar aku dapat membuka jasa menerobos waktu seperti yang sudah hampir dua tahun ini kulakoni.

Kamu tertarik menyewa jasa kami? Sebutkan saja tanggal dan lokasi, aku dan Maya siap menjelajahi waktu untuk menjawab tanya

.

Eka Damayanti
Eka Damayanti

Latest posts by Eka Damayanti (see all)

Related posts

Leave a Comment