Cintaku dan Cintamu Bertepuk Sebelah Tangan

“Na, mau kemana?“ tanya Edo. Pria berkacamata itu menyejajarkan langkahnya dengan Nana.

Cewek itu berhenti, kasihan juga dia melihat sahabatnya itu terengah-engah, kehabisan napas karena mengejarnya.

“Ke kantin,“ jawab Nana singkat. Dia masih kesal karena Edo menulis surat cinta untuk Anita. Surat yang kemudian diambil oleh Arjuna untuk dibacakan di depan kelas.

Walau Arjuna mengatakan tidak ada nama pengirimnya, tetapi Nana tahu jelas bahwa itu tulisan tangan Edo.

“Kantin ke arah sana,“ tunjuk Edo. Nana tersadar, dia berjalan menjauhi kantin. Karena terburu-buru ingin menghindari Anita, malah dia salah jalan.

***

Seminggu yang lalu, Nana meminta Anita menulis sebuah puisi cinta untuk Edo. Nana memang memendam rasa cinta kepada Edo, sahabatnya sejak kecil. Tetapi, dia tidak tahu bagaimana perasaan Edo padanya.

Oleh karena itu, Nana memutuskan untuk mengungkapkan rasa cintanya melalui puisi. Nana yang tidak pintar merangkai kata, meminta Anita membuatkan puisi untuknya.

Naas bagi Nana dan Anita. Saat jam istirahat, Anita dipanggil kepala sekolah. Dia diminta pulang karena ibunya sakit. Dengan terburu-buru, dia menyelipkan puisi yang dibuatnya untuk Nana, ke dalam salah satu buku, yang ternyata milik Edo.

Nana yang tidak mengetahui ada puisi di dalamnya, mengembalikan buku itu kepada Edo.

Keesokan harinya, Edo terlihat sangat berbeda, dia memasukkan bajunya ke dalam celana, menyisir rambutnya, bahkan memakai parfum. Sepanjang perjalanan dia bersiul dan kadang bernyanyi. Nana merasa ada yang aneh dengan sikapnya.

Akan tetapi dia menyukai Edo apa adanya, termasuk perubahan pada diri Edo.

 “Na, Anita kapan mulai masuk sekolah?“ tanya Edo. Nana memang memberitahu Edo, kalau dia akan mengunjungi Anita sepulang sekolah kemarin. Bukan karena mereka teman baik, tetapi karena Nana ingin tahu tentang puisi yang dibuat Anita.

Anita sudah beberapa hari tidak masuk sekolah. Dia harus merawat ibunya yang sedang sakit dan juga dua adiknya yang masih kecil.

Kehebohan terjadi di hari pertama Anita masuk sekolah. Edo memberinya surat cinta, sebagai balasan atas puisi cinta Anita.

Belum sempat Anita membacanya, Arjuna merebut surat itu dan membacanya di depan kelas. Semua anak tertawa, termasuk Anita.

Edo kecewa, cintanya bertepuk sebelah tangan. Tanpa disadarinya, Nana pun mengalami yang sama.

***selesai***

 

 

Natasha Panjaitan-Karg

Latest posts by Natasha Panjaitan-Karg (see all)

Related posts

Leave a Comment