Sweet Seventeen Tiara

Memasuki bulan April tahun ini, Tiara terlihat sibuk berpikir untuk rencana pesta perayaan ulang tahunnya.  Gadis manis kelas dua SMU itu tidak mau melewatkan hari ulang tahun kali ini tanpa kesan.

“Ren, sekarang tanggal berapa, ya?” Sambil tersenyum Tiara sengaja bertanya tanggal pada Reni, sahabat sebangkunya. Berharap Reni akan ingat hari ulang tahun dia yang tinggal seminggu lagi.

“Tanggal satu,” jawab singkat Renita yang duduk santai di samping Tiara, tetapi matanya terus tertuju pada komik di tangannya.

“Ren, please deh,! Lu ingat kan ini bulan apa?” tanya Tiara lagi sedikit kesal karena respon Reni sangat datar.

“Bulan April,” jawab Reni singkat, membuat Tiara semakin kesal karena sahabatnya begitu cuek.

“Renitaaaa, tanggal 22 gue ulang tahun, bantuin mikir dong buat ngerayain ulang tahun yang awesome gitu!” cerocos Tiara dengan penuh emosi.

“Terusss … Gue mesti bilang wow gitu?” goda Renita kepada sahabatnya yang lagi senewen itu.

“Ya iya lah, kita kan best friend forever, Gue sibuk mikir nanti ulang tahun nih! Bantuin dong, konsep yang bagus dan berkesan buat seumur hidup.” Tiara mencurahkan segala isi hatinya pada Renita.

“Ren, ini kan my sweet seventeen, jadi harus lebih woww!” tandas Tiara kemudian.

Sejurus Renita terdiam, ekspresi wajahnya seperti tengah mengingat tentang sesuatu. Gadis berkulit hitam manis itu lalu menatap lurus ke depan.

Ingatan Renita melayang pada peristiwa setahun yang lalu, ketika mereka berdua masih kelas satu. ia mengingat saat-saat menghadiri pesta ulang tahun Tiara di sebuah restoran terkenal. Semua teman sekelasnya waktu itu diundang, suasana pestanya begitu meriah sekaligus mewah dengan konsep princess party.

Dekorasi acara semarak dengan hiasan bunga mawar asli berwarna merah muda yang segar. Gaun Tiara sangat indah berpadu dengan riasan wajah yang flawless memberi kesan cantik dan elegan. Makanan lezat nan enak juga sangat melimpah. Wajar saja perayaan ulang tahun Tiara seperti itu karena Papa Tiara adalah pengusaha kaya raya dan sukses di kota ini.

“Heh, malah bengong lu, kaya ayam kesambet! Ayo, dong saran lu apa buat konsep acara ultah gue nanti?” tanya Tiara penasaran dengan apa yang dipikirkan oleh sahabatnya itu.

“Ada sih ide gue, tapi enggak yakin lu setuju, secara lu kan milenial yang hedonis banget!” jawab Renita dengan ketus.

“Ih, sengak lu, apa sih ide lu? Jadi kepo!” Tiara menjadi penasaran dengan ide Renita.

“Gini, kalo lu ulang tahun selalu dirayakan dengan pesta pora yang mewah kan udah biasa. Mendingan ulang tahun yang ketujuh belas lu rayain dengan hal yang gak biasa!” katanya kemudian.

“Hal yang enggak biasa, kayak apa?” Tiara balik nanya.

“Misalnya lu bisa merayakannya dengan menanam tujuh belas jenis pohon buah di lahan bokap lu, jadi momentum tujuh belas tahun lu everlasting say!” terang Renita kepada Tiara dengan semangat.

“Wah, iya boleh juga ide lu, luar biasa, gue suka!” sambut Tiara dengan senyum sumringah diluar dugaan Renita.

“Tanggal 22 April kan juga diperingati sebagai hari Bumi, dengan Gue menanam pohon, berarti udah berkontribusi positif buat kelestarian bumi ya, Ren!” timpal Tiara kemudian.

 “Yes, betul sahabatku yang cantik dan cerdas!” jawab Renita sambil mengacungkan kedua jempolnya pada Tiara.

Thanks ya Ren, berkat lu, sweet seventeen gue jadi lebih indah dan berarti!” Tiara berkata sambil merangkul sahabatnya itu.

_END_

#OSOFFday11

#PerayaanUlangTahun

#TeenlitGenre

#523Kata

 

Raisha Noorman

AnnisaNoorman

simple person with simple life, not perfect but uniq.
Raisha Noorman

Latest posts by AnnisaNoorman (see all)

Related posts

Leave a Comment