Kasih Tak Bertepi

Aku menata beberapa tumpuk buku yang ada di tangan ke dalam rak di depanku. Setelah tertata rapi, aku kembali ke pinggir ruangan sambil mengawasi beberapa pengunjung yang asyik memilih-milih buku. Usiaku dua puluh tahun saat ini. Sesekali, aku tersenyum ramah kepada para pengunjung. Sudah satu tahun aku bekerja di salah satu toko buku terbesar di kotaku. Aku, berusaha untuk menjadi karyawan yang baik sehingga bisa terus bekerja di sana untuk membantu meringankan beban ibu. *** Bapak, memutuskan untuk meninggalkan rumah. Pergi dengan wanita lain. Dari berita yang aku dengar, Bapak…

Tak Akan Hilang

Dua puluh tujuh tahun yang lalu kupeluk tubuh mungilnya. Danish Anthony Halim, itu nama yang diberikan oleh suamiku untuknya. Danish, berarti bijaksana dan berpengetahuan, sedang Anthony, dalam bahasa latin memiliki arti tak ternilai. Abraham Halim, suamiku berharap kelak putra ketiganya ini akan menjadi lelaki yang bijaksana, berpengetahuan, dan tak ternilai dimanapun ia berada. Di antara kelima anakku, Danish adalah yang paling lembut perangainya. Saat masih kecil, ia lebih sering menyendiri bersama buku-buku bacaannya, dan satu-satunya teman dekat Danish yang kukenal baik adalah gadis itu, wanita yang kini memenangkan hatinya. Rumaysha…

Sweet Seventeen Tiara

Memasuki bulan April tahun ini, Tiara terlihat sibuk berpikir untuk rencana pesta perayaan ulang tahunnya.  Gadis manis kelas dua SMU itu tidak mau melewatkan hari ulang tahun kali ini tanpa kesan. “Ren, sekarang tanggal berapa, ya?” Sambil tersenyum Tiara sengaja bertanya tanggal pada Reni, sahabat sebangkunya. Berharap Reni akan ingat hari ulang tahun dia yang tinggal seminggu lagi. “Tanggal satu,” jawab singkat Renita yang duduk santai di samping Tiara, tetapi matanya terus tertuju pada komik di tangannya. “Ren, please deh,! Lu ingat kan ini bulan apa?” tanya Tiara lagi sedikit…

“Friendzone”

“Ry, script untuk nanti malam sudah di meja kamu ya.” Terdengar suara Rien, scriptwriter yang juga sahabatku dari balik pintu ruang produksi. “Ok, thanks ya … oya, tunggu sebentar,” Aku memintanya menungguku datang menghampirinya. “Ada apa, Ry?” tanyanya ketika aku telah berdiri di dekatnya.Aku mengeluarkan sesuatu dari saku bajuku, sebuah buku notes mini yang menurutku manis dan lucu. “Aku lihat ini tadi di mal saat liputan, entah kenapa ingat kamu, jadinya kubeli, deh,” jawabku santai. Mata Rien berbinar, dengan suka cita diterimanya buku notes itu. “Trims ya, Ry. Ini pasti…

Tragedi Ari dan Tanti

Tanti masih saja resah dengan kejadian kemarin. Aliran listrik di rumahnya dicabut, lantaran Ari tak sanggup membayar listrik.Ari di PHK enam bulan lalu. Sampai saat ini belum juga mendapat pekerjaan. “Mas, sampai kapan kita akan gelap-gelapan begini? Usahalah mas, cari kerja!” tegas Tanti. Ari menarik napas panjang mendengar suara istrinya yang keras itu. “Sabar, Tanti. Mas kan sudah berusaha kesana-kemari, kalau belum dapat kerja juga mau bagaimana lagi,” jawab Ari lembut. ……Keesokan harinya seperti biasa Ari berusaha mencari pekerjaan. Beberapa perusahaan dia datangi, namun belum ada juga titik terang. Jadi…

7 Tempat Kuliner Legendaris yang Wajib Dikunjungi saat Berwisata di Semarang

Hai, Smart Ladies! Jika Yogyakarta dikenal dengan Kota Gudeg, Semarang sering disebut Kota Lumpia yang merupakan ikon makanan Kota Semarang. Selain lumpia, Semarang juga terkenal dengan kulinernya yang khas dan beraneka ragam. Beberapa di antaranya sangat legendaris, mulai dari kue-kue warisan Belanda, camilan hingga resep tradisional yang masih eksis hingga kini. Cita rasa klasik membuat kuliner legendaris tersebut mampu bertahan di tengah kuliner kekinian. Berikut adalah 7 tempat kuliner legendaris yang wajib Ladies kunjungi saat berwisata di Semarang. 1. Toko Oen Toko Oen merupakan restoran yang memiliki menu makanan khas…

Selamat Jalan, Ryo

Entah berapa lama aku tidak bertemu Ryo. Yang pasti sudah lebih dari setahun. Oh, tidak! Tepatnya dua kali lebaran. Sejak Ryo diterima kuliah di jurusan Teknik Sipil Universitas Udayana tiga tahun yang lalu, sementara aku meneruskan aktivitas sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta ternama di Jakarta, praktis hubunganku menjadi terhalang oleh terbentangnya jarak dan waktu.  Dulu, aku sempat menghitung berlalunya hari dengan menandai angka-angka di kalender meja. Namun, itu tidak berlangsung lama karena aku tidak mau berkubang di pusaran rasa rindu, dan terjebak pada arus sepi yang kian…