Senyum Rasya

Kak Tasya terlihat gelisah. Sejak selesai di-make up ia mondar-mandir terus. Bahkan kursi yang tersedia untuknya belum sekalipun ia duduki. Sirat kecemasan begitu nyata terbaca di wajahnya.  “Tenanglah, Kak. Insyaallah, semuanya baik-baik saja,” kataku berusaha menghiburnya. Meskipun aku sendiri sebenarnya tidak yakin.  Syukurlah, Kak Tasya mau mendengar kata-kataku. Sambil duduk, bibirnya tak berhenti melafazkan zikir.  Sesungguhnya, aku tidak mau menghadiri pertunangan Kak Tasya, kakak semata wayangku yang jelita. Tak sanggup rasanya membayangkan kebahagiaan mereka, tertawa, dan  bergembira bersama tunangannya.  Kak Tasya beruntung mendapatkan Kak Rama, lelaki yang mencintai dan dicintainya.…

Suguhan Vania

Suara berisik wajan yang beradu dengan sudip membangunkan Danuar saat dini hari. Siapa pagi-pagi buta berisik di dapur? batin Danuar. Vania, wanita yang baru dinikahinya seminggu lalu, tidak ada di sampingnya. “Kamu sudah bangun, Sayang,” sapa Vania. “Ini masih malam, untuk apa memasak? Kamu lapar?” tanya Danuar seraya berjalan ke arah Vania. “Stop! Kamu duduk di sana saj,a ya, Sayang. Aku membuat sesuatu yang spesial untukmu,” ujar Vania. Sudip di tangannya hampir saja mengenai hidung Danuar. “Oke, baiklah,” kata Danuar menurut. Danuar melihat sekeliling. Kulit telur berserakan di meja. Semua…

Nhaya Olshop, Penuhi Kebutuhan Ibu dan Anak

Nhaya As Syifa, seorang ibu rumah tangga cantik ini bersama suami dan kedua anaknya  tinggal di Purwakarta, Jawa Barat. Dalam kesehariannya, Nhaya membantu suami di toko yang menjual barang-barang sembako. Terkadang, timbul keinginan Nhaya punya kegiatan lain untuk mengisi waktu luang di sela-sela kesibukan di toko dan mengurus rumah tangganya. Saat menjelajah dunia maya di media sosial facebook, terlihat di linimasa wara-wiri status dan postingan teman-temannya. Mulai dari status ‘Alhamdulillah, komisi dari marketer dapet sekian’ hingga unggahan foto-foto uang lembaran berwarna merah yang terserak. Hal ini yang menggelitik Nhaya untuk…

PROYEK PERTAMA

Arini merapikan blazer coklat tua yang di kenakannya, menata kembali letak hijab warna coklat muda. Setelah dirasa cukup rapi, dia pun melangkah ke dalam ruangan yang berukuran 4×6.  “Selamat pagi,” ucap Arini. “Silakan masuk,” terdengar suara perempuan menyambutnya.  “Silakan duduk.” Terlihat perempuan anggun dibalut blus warna merah cerah dengan tata rias wajah tipis yang elegan, menyambut kedatangannya. “Saudari Diah Arini?”  Perempuan itu menatapnya dengan tersenyum. Arini mengangguk santun. “Iya, benar.” “Saya sudah membaca proposal kerja anda, sepertinya kami tertarik dengan program yang ditawarkan.” Mungkin ada yang mau di tambahkan?”  “Sepertinya…

Bakpia Oh Bakpia

Alhamdulillah, aku bisa bangun pagi-pagi dan tidak ketinggalan ke Pasar Patang Puluhan. Biasanya kalau pas hari libur, sehabis salat Subuh aku tidur lagi hingga sekitar jam tujuh baru bangun. Itu juga untuk sarapan pagi bareng Eyang dan Bulik Yanti. Setelah dari pasar aku mau ikut Bulik Yanti ke rumah temannya yang punya usaha membuat bakpia, di Kampung Pathuk, Jalan KS Tubun. Bulik mengajakku ke sana untuk membeli bakpia buat camilan di rumah karena persediaan sudah habis. Bulik Yanti harus segera membeli kue itu karena ia tidak mau mendapat masalah. Bakpia…