Gebetan

Mayang tampak termenung di kelas. Obrolan teman-teman yang sempat dia dengar tadi membuatnya tidak tenang. Buku tulis yang tergeletak di meja menjadi sasaran empuk luapan emosinya. Tanpa sadar, lembar demi lembar buku itu telah dihiasi coretan tangan gadis itu. Benarkah Dion sering jalan dengan Lintang?

Untung tidak ada teman yang melihat tingkahnya. Sebab, jika ketahuan dia sedang mencorat-coret buku tulis yang tidak berdosa, pasti akan jadi trending topic di kelas X IPS 2 itu. Bukan hanya di kelas malah, bisa jadi satu sekolah. Belum lagi dengan ulah Bayu yang hobi membuat vlog. Bisa runyam urusannya.

Terdengar dari kejauhan, suara tawa Dewi dan Sita semakin mendekat. Buru-buru disembunyikannya buku tulis yang telah jadi korban itu ke dalam tas. Ia tidak mau kedua sahabat barunya menangkap basah kegalauan yang menimpanya.

“Hei, kenapa diam saja di kelas, May?” tanya Dewi menyapa duluan. Ia langsung menghambur duduk di depan meja Mayang.

“Iya, May. Tumben kamu enggak nyusul kita ke kantin. Biasanya juga kamu langsung ke sana. Ada apa, sih?” tanya Sita ikut nimbrung seraya duduk di sebelah kanan Mayang.

“Enggak kenapa-kenapa, Bro. Memangnya mukaku kelihatan rumek? Lagi males aja,” tukas Mayang mencoba menutupi kegelisahannya.

“Alhamdulillah, kirain,” ucap Sita dan Dewi hampir bersamaan.

“Lintang mana, May? Bukankah dia bersama kamu? Kirain ada di kelas,” seloroh Sita tiba-tiba teringat satu sahabatnya tidak menampakkan batang hidungnya. Mayang hanya menjawabnya dengan mengangkat kedua bahu tanda tidak tahu menahu.

***

Bel tanda waktu istirahat selesai telah berbunyi, manakala Mayang hendak kembali ke kelas. Setengah berlari, dia melewati selasar menuju ruang X IPS 2. Namun, mendadak langkahnya terhenti tatkala melihat Dion sedang bercakap dengan seseorang. Hatinya penasaran untuk mengetahui apa yang sedang dilakukan cowok gebetannya itu.

Mayang sangat terkejut saat menyaksikan Dion bicara dengan Lintang. Mereka tampak akrab dan sepertinya begitu dekat. Wajah Lintang tampak berbinar ketika Dion mengiyakan ajakannya nonton bareng nanti malam.

Hampir saja Mayang menjerit mendengarnya. Seolah tak percaya dengan kelakuan Lintang, tetapi itulah kebenarannya. Dia terang-terangan menelikung Mayang dari belakang. Padahal gadis itu sangat tahu kalau Dion adalah gebetan Mayang.

Ternyata terbukti apa yang diomongkan teman-temannya selama ini. Tanpa sepengetahuan Mayang, Lintang sering jalan bersama Dion.

Tanpa permisi, Mayang segera menghampiri mereka berdua.  

“Awas, minggiiir!” teriak Mayang seraya berjalan melewati tengah-tengah antara Lintang dan Dion dengan sengaja.

  
Lintang dan Dion terperanjat. Mereka tidak menyangka kalau kepergok Mayang. Melihat gelagat yang tidak nyaman, Lintang segera berlari menyusul sahabatnya itu ke dalam kelas.

“Mayang, tunggu! Aku enggak ngapa-ngapain dengan Dion. Sumpah! Please, kamu jangan salah paham!” rajuk Lintang setelah berhasil menyusulnya.

“Aku sudah mendengar semuanya dari mulutmu sendiri. Jadi tidak perlu mengelak, oke?  Aku baik-baik saja, kok. Ambil saja Dion buat kamu. Aku sudah tidak berminat,” kata Mayang pedas dengan muka jutek.

Sita dan Dewi yang menyaksikan kejadian itu seketika memeluk Mayang. Mereka mengerti betul apa yang dirasakan sahabatnya itu. Tidak mudah untuk menentukan sikap dan membuat pilihan. Persahabatan mereka lebih berharga.

Bandung, 16 April 2019

***

titik jeha
titik jeha

Latest posts by titik jeha (see all)

Related posts

Leave a Comment