Pertahankan Teknik Memasak Tradisional, Jadikan Brand DenDang Jawara Produk Bercitarasa Khas Minang

Dibesarkan oleh orang tua yang menekuni usaha warung makan, tak lantas membuat Dewi Syafrianis tergerak untuk langsung terjun mengikuti jejak ayah-ibunya. Wanita yang kerap disapa Dewi ini malah memilih berkarir sebagai jurnalis di salah satu media nasional.

Namun seiring berjalannya waktu,  dirinya mulai memikirkan tentang bisnis. Terlebih ia sering membaca berbagai artikel bisnis UKM yang sukses. Bacaan-bacaan itu selalu memicu semangat Dewi untuk membuka lahan usahanya sendiri. Akhirnya, pilihan wanita yang hobi merajut, memasak, dan berenang tersebut jatuh kepada usaha kuliner khas Minang yaitu rendang dan dendeng.

“Saya paling suka dendeng dan rendang. Saya berpikir kayaknya oke juga kalau jualan makanan itu. Dulu saya memang enggak kepikiran mau buka restoran atau apa. Hanya ingin khusus terima pesanan dua menu tersebut. Saat itu juga, saya iseng SMS salah satu kenalan untuk menawarkan. Dia sempat meledek, ‘emang elo bisa masak, Wi?’. Saya mantap katakan, Insya Allah bisa. Hehehehe ….  Akhirnya dia setuju dan memesan. Untuk percobaan, dia pesan rendang tiga kilogram serta  dendeng dua kilogram,” cerita Dewi.

Sayangnya, kala itu Dewi masih menjalani bisnis kulinernya setengah hati. Merasa telah berada di zona nyaman, membuat ibu dari tiga buah hati tersebut mengelola usaha hangat-hangat tahi ayam. Akan tetapi, ia mengaku merasa sering gelisah karena dirinya tak juga tergerak untuk serius menjalani usaha yang menguntungkan tersebut.

Pada Agustus 2018, Dewi dan beberapa temannya terkena PHK. Kondisi ini memaksanya untuk putar otak dan kembali menekuni bisnisnya. Saat ditanya awal mula ia memulai usaha produk DenDang, Dewi berkata bahwa segala resep dan racikan bumbu diperoleh dari orang tuanya.

“Kebetulan sewaktu saya sekolah, orang tua saya membuka usaha warung makan. Bisa dibilang mereka galak banget, deh. Hehe …. Kalau orang tua sedang masak untuk menu warung makan, saya harus bantu-bantu.  Mulai dari bersih-bersih ikan, daging, sampai mengulek bumbu. Kebetulan ibu saya orangnya saklek,  enggak pernah mau membuat bumbu pakai blender, harus diulek manual dengan batu gilingan. Dari situ saya mau enggak mau, jadi tahu racikan bumbu ini untuk menu ini,  bumbu itu untuk menu itu,” papar wanita 44 tahun tersebut.

 

Aneka Produk DenDang yang Bikin Lidah Bergoyang

 

Sumber : instagram @sambal.dendang

 

Di tengah perjalanan mengembangkan usaha produk khas Minang, wanita kelahiran Jakarta, 12 Oktober 1975 itu  langsung terpikir nama DenDang. Ia pun tak ragu untuk menggunakannya sebagai brand bisnis kulinernya.

“DenDang adalah singkatan dari dendeng dan rendang. Mulanya saya enggak jual dalam ukuran kecil. Jadi kalau orang pesan, ya, harus sekilo,  minimal setengah kilogram. Alhamdulillah … di awal bisnis, banyak yang order. Bahkan di Lebaran pertama, waktu mulai bisnis,  saya cetak rekor bikin rendang sampai 100-an kilogram,” tutur Dewi.

 

Sumber : instagram @sambal.dendang

 

“Pada tahun 2017, saya baru mempunyai produk sambal. Tiba-tiba saja terpikir bikin usaha sambal botolan. Mungkin karena banyak melihat bisnis serupa.  Saya berusaha ngulik,  kira-kira apa yang bisa saya kembangkan. Lalu mulai terpikir membuat aneka sambal khas Minang.  Ada tiga varian : sambal dendeng, sambal ikan bilih, dan sambalado tanak jengkol. Alhamdulillah … responnya bagus,” lanjutnya saat berbincang melalui WhatsApp.

Berbeda dengan kebanyakan olahan khas Minang yang beredar di pasaran, produk brand DenDang terbuat bahan-bahan berkualitas prima, sehingga menghasilkan rasa yang lebih lezat. Keunggulan lain yang membuat citarasa produk DenDang super nendang adalah proses pemasakan yang masih tradisional, pengemasan dalam plastik vakum, serta memiliki legalitas usaha.

“Keunggulan rendang dan dendeng saya itu dimasaknya pakai kayu bakar. Mungkin itu juga daya tariknya. Lalu produknya saya kemas menggunakan plastik vakum sehingga lebih higienis dan bisa disimpan dalam kulkas atau freezer.  Saya beryukur ketika mantap menggeluti usaha ini, satu per satu legalitas usaha yang jadi impian saya bisa dipenuhi.  Sekarang brand DenDang telah memiliki nomor PIRT.  Sementara sertifikasi halal masih berproses,” ujar Dewi puas.

 

Untuk informasi lengkap tentang aneka produk DenDang, intip di sini :

FB : Dewi Bundanya Delhaqsar

IG :  https://www.instagram.com/sambal.dendang/

 

Pemesanan dilakukan via WA : 0818609329 atau 081290851440

 

Related posts

Leave a Comment