Bersama Menanti Senja

Memasuki pelataran rumah Linda yang luas dan asri,  aku langsung jatuh cinta.  Di sini kurasakan  kenyamanan yang selama ini dicari, yaitu suasana tenang dan damai.  Pepohonan yang tumbuh kokoh dan rindang, membuat udara terasa sejuk.  Bunga warna-warni tertata rapi memanjakan netra.  Harum semerbaknya bunga membuat hasrat untuk tinggal bersama Linda semakin kuat.

Sebuah foto keluarga terpasang dengan ukuran kanvas besar di ruang tamu.  Terlihat  senyum manis Linda dalam foto itu.  Kebahagiaan Linda begitu lengkap bersama suami dan ketiga anaknya.  Aku pandangi foto itu lekat-lekat.  Entah mengapa ada rasa bahagia terasa mengalir dalam kalbu.

“Hus, hus, jangan ganggu foto itu,” kata Linda.

“Tentu saja tidak, aku hanya mengagumi kecantikanmu,” gumamku entah Linda mengerti atau tidak.

“Ah, iya, Jack kamu pasti terpesona dengan kecantikanku,” kata Linda lagi dengan senyum simpul tersungging di bibir.  Kemudian ia beranjak duduk di sofa lalu mengeluarkan album keluarga dari dalam laci meja.  Tanpa banyak kata, aku mengikuti, duduk tepat di samping tubuhnya yang menua.

“Tahukah Jack, aku merindukan masa-masa dalam foto di album ini?” keluh Linda.  Lalu cerita tentang Bagas, Bening, dan Biru pun mengalir.  Tiga anak yang cerdas dan lucu dulu, kini telah menjelma menjadi  tiga manusia dewasa.  Mereka sukses berkarier dan tinggal di kota besar.  Dengan kehidupan dan keluarga baru masing-masing.  Sayang, mereka sepertinya lupa, kalau seorang Ibu yang telah melahirkan hidup dalam kesepian setelah ayah mereka pergi untuk selamanya.  

 “Ah, sudahlah, Jack, mengenang mereka hanya melukai hatiku saja,” tukas Linda mengakhiri lamunan.  “Anak-anak kini telah memiliki kehidupannya masing-masing Jack,” kata Linda datar seraya memeluk tubuhku.  “Aku tidak sedih lagi sekarang karena ada kamu di sini,” katanya kemudian.

“Tentu, aku pun bahagia bisa tinggal bersamamu,” gumamku.  “Kita sekarang adalah keluarga, keluarga baru yang menikmati senja dengan kedamaian,” kataku dalam dekapan hangat dan elusan lembut tangan Linda.

“Oke, Jack, kita sekarang anggota keluarga baru, hanya aku dan kamu,” nada suara Linda lebih ceria terdengar.  “Eh, ada kejutan buatmu Jack, salmon rice for adult cat dari Whiskas kesukaanmu,” lanjut Linda sambil berlari menuju ke wadah tempat makanku. 

Sontak aku pun berlari mengejarnya dan segera menerjang makanan instan kesukaanku itu.  Lalu, berkah Tuhan mana yang harus kudustakan?  Hidupku sungguh sempurna.  Menikmati senja bersama cinta Linda, dan semangkuk salmon rice adalah benar-benar kenikmatan yang hakiki buatku.

_End_

#OSOFFday3

#KeluargaBaru

#GenreRomance

#377kata

AnnisaNoorman

simple person with simple life, not perfect but uniq.
Raisha Noorman

Related posts

Leave a Comment