Pempek Syahra, Usaha Rumahan Beromzet Puluhan Juta Rupiah

Usaha Rumahan Pempek Syahra

Hai, Smart Ladies!

Peluang usaha di bidang kuliner saat ini terbuka lebar. Dengan mencermati peluang, usaha apa saja yang dikerjakan secara tekun akan mendapatkan hasil memuaskan. Peluang usaha inilah yang kemudian ditangkap oleh Ny. Suada Zen Syukri dengan memproduksi usaha rumahan pempek.

Nyonya Suada, panggilannya, memilih pempek karena makanan tradisional ini telah menjadi favorit masyarakat. Kebetulan, dia berasal dari Palembang, tempat asal makanan ini sehingga dengan mudah dapat membuatnya.

Nyonya Suada memproduksi pempek di kediamannya saat ini, di daerah Ciganjur, Jakarta Selatan. Sejak tahun 2007 usaha pempek sudah mulai berjalan. Usahanya sempat vakum tahun 2011 sampai 2014, di tahun 2015 usaha ini dilanjutkan kembali dengan beberapa perbaikan. Dengan dukungan suami, Suada memulai kembali usahanya pada tahun 2015. Dia melihat animo pelanggan pempeknya masih cukup tinggi. Beberapa perbaikan dilakukan antara lain dengan pembuatan merek dan menetapkan standar produksi agar pempeknya mempunyai rasa yang sama dan kualitas terbaik. Selain itu, Suada juga memperbaiki pengemasan produknya.

Tahun 2016, Suada mulai memakai merek Syahra untuk produk empek-empeknya dan membuat kemasan yang lebih menarik. Merek dengan nama Syahra diambil dari nama anak keduanya. Dengan perbaikan ini, kini usaha pempek yang dikelola Ny. Suada memiliki omzet rata-rata per bulan 45 juta rupiah dengan pencapaian terendah 30 juta rupiah. Menggiurkan bukan, Ladies?

Terlepas dari keberhasilan yang telah dicapai, Ny. Suada juga mengalami suka dan duka. Dengan perbaikan standar produksi, ia berupaya agar Pempek Syahra memiliki cita rasa dan bau khas ikan tenggiri yang menggoda. Ia yakin pempeknya tidak kalah dengan pempek terkenal yang dijual di kota aslinya, Palembang. Oleh karena itu, ia bahagia ketika konsumen memberi testimoni bahwa Pempek Syahra lezat dan enak.

Kekecewaan terbesar terjadi ketika pernah suatu ketika Nyonya Suada membeli ikan 20 kg tapi tidak segar dan berformalin. Akibatnya semua ikan yang sudah dibeli tidak dapat digunakan untuk produksi.  Rugi, Ladies? Tentu saja. Tetapi peristiwa tersebut menjadi pelajaran yang bagus agar ia lebih berhati-hati dalam memilih bahan-bahan produksi.

Saat ini Ny. Suada masih ingin terus mengembangkan usaha.  Di bulan Januari 2018, suaminya, Bapak Nizar Liza, secara resmi bergabung dalam manajemen Pempek Syahra.  Masih banyak cita-cita yang ingin dicapai dalam usahanya yang terus berkembang. Ia berharap bisa segera mengantongi izin usaha resmi dan merekrut lebih banyak tenaga kerja. Ia yakin, usahanya akan bergerak maju dengan target dan cita-cita yang jelas.

Semoga kisah sukses Ny Suada dengan pempeknya menjadi inspirasi usaha bagi Ladies semua.

Related posts

Leave a Comment