Praktikkan 8 Diet Ini untuk Mengurangi Risiko Kanker Payudara

Hai, Smart Ladies!

Seperti telah kita ketahui, kanker payudara menjadi penyebab pertama kematian pada perempuan di seluruh dunia. Oleh karena itu, kampanye kesehatan melawan kanker payudara terus digerakkan antara lain dengan melindungi diri sendiri. Cara terbaik melindungi diri dari kanker payudara adalah dengan mengonsumsi makanan sehat sejak dini. Salah satu caranya adalah dengan menjalankan 8 diet berikut.

1. Mengonsumsi Protein Nabati

Kedelai segar mengandung zat isoflavon yang dapat mengurangi produksi estrogen dan mencegah pertumbuhan kanker. Mengonsumsi makanan dari kedelai, misalnya tahu atau tempe, beberapa kali seminggu akan mengurangi asupan lemak jenuh.

2. Mengonsumsi Telur

Telur mengandung vitamin D yang mampu mengurangi risiko kanker payudara hingga 50%. Untuk melengkapinya, usahakan agar tubuh terkena cukup  matahari pagi yang juga mengandung vitamin D.

3. Mengonsumsi Lemak Sehat

Dengan mengonsumsi lemak sehat, kita akan mendapatkan perlindungan ekstra. Asam lemak omega-3 pada ikan salmon atau makarel dapat memperlambat pertumbuhan sel kanker. Selain itu kita dapat mengonsumsi makanan yang mengandung lemak tak jenuh, seperti alpukat, bayam, kobis, minyak zaitun, dan kacang-kacangan. Kacang-kacangan dapat membantu meningkatkan produksi aponin, protease inhibitor, dan phytic acid.

4. Mengonsumsi Teh

Flavonoid yang ditemukan pada teh (teh hitam, teh merah, dan teh hijau) terbukti dapat menurunkan risiko kanker payudara, khususnya pada perempuan yang mengalami siklus pascamenopause. Sebaiknya teh dikonsumsi di bawah suhu 65 derajat celcius agar tidak memunculkan efek zat karsinogen dalam tubuh.

5. Mengonsumsi Buah dan Sayur

Karotenoid seperti betakaroten pada wortel, ubi, dan tomat terbukti ampuh menurunkan risiko kanker payudara hingga 30%. Wanita yang memiliki kadar karoten rendah dalam darahnya lebih mudah terkena kanker payudara. Selain itu, phytochemical allicin seperti quercetin  pada bawang putih dan apel serta resveratrol pada anggur akan menghambat pertumbuhan enzim pemicu kanker. Sayuran seperti brokoli kaya akan sulforaphane, zat yang meningkatkan enzim pelindung serta membersihkan dan membuang senyawa-senyawa yang pemicu kanker. Walnut atau kenari terbukti memperlambat pertumbuhan tumor karena zat fitosterol pada walnut  menghadang reseptor estrogen dalam sel kanker.

6. Mengurangi Makanan yang Dibakar dan Digoreng

Daging yang diolah dengan dibakar atau digoreng dengan suhu tinggi berpotensi mengeluarkan bahan kimia yang menurunkan kadar estrogen dan berbahaya bagi jaringan payudara. Proses penggorengan serta pembakaran membentuk heterocyclic amines ( HCAs) dan polycyclic hydrocarbons (PAHs). HCAs terbentuk dari asam amino, glukosa, serta kreatin yang terdapat pada otot sapi, ayam, dan kambing. PAHs berasal dari  lemak daging yang terkena api secara langsung.

7. Membatasi Makanan Asin

Batasi asupan ikan asin, acar, asinan, dan camilan asin karena memiliki kadar karsinogen cukup tinggi yang menjadi penyebab kanker payudara.

8. Menghindari Makanan Olahan

Zat pemicu kanker ditemukan juga pada makanan olahan yang dikemas dalam kaleng, dus, dan plastik yang dilapisi bisphenol-A (BPA). BPA merupakan bahan kimia yang terbukti merusak DNA dalam tubuh. Jika Ladies hendak membeli makanan olahan, pastikan terdapat label ”Bebas BPA” yang jelas.

Jatuhnya banyak korban kanker payudara kiranya menginspirasi kita untuk segera mengubah pola makan sehari-hari dengan 8 diet di atas. Pilihlah hanya makanan yang aman untuk dikonsumsi sebagai menu keluarga. Jangan lupa  mengedukasi buah hati tentang makanan sehat yang bebas zat berbahaya.  

 

Related posts

Leave a Comment