Bikin Kegiatan dengan Konsep Zero Waste, Berani Coba?

Halo, Smart Ladies!
Sudah mempraktikkan “Zero Waste” di rumah? Setelah diawali dengan diri sendiri dan rumah tangga, kita bisa mulai menerapkan konsep Zero Waste ini pada lingkup yang lebih besar, misalnya pada acara atau kegiatan komunitas. Agar tidak terlalu mengagetkan, tentu perlu adanya pemberitahuan dan proses edukasi terlebih dahulu kepada calon peserta kegiatan. Nah, selanjutnya, hal-hal apa saja yang bisa kita lakukan untuk menerapkan konsep Zero Waste pada kegiatan kita? Simak penjelasannya berikut ini!

1. Meminimalisir Penggunaan Kertas (Paperless)

Foto: accelevents.com

Pada saat ini, promosi suatu kegiatan umumnya dilakukan melalui media sosial, demikian pula dengan pembelian tiketnya. Hal ini semakin memudahkan kita jika ingin menggunakan tiket paperless. Peserta kegiatan bisa menunjukkan data diri, bukti pembayaran atau transfer harga tiket, kemudian akan dicocokkan dengan daftar peserta pada panitia. Informasi tentang waktu dan lokasi pelaksanaan kegiatan akan diingatkan kembali jelang hari pelaksanaan, melalui media sosial tempat promosi. Dengan demikian, bisa meminimalisir sampah dari lembaran tiket masuk. Untuk nomor peserta, name tag atau yang berbahan kertas lainnya, bisa menggunakan kalender atau karton bekas pakai yang masih kosong di salah satu bagiannya. Jika memungkinkan, kita bisa menggunakan QR Code sebagai tiket dan nomor peserta untuk undian atau doorprize.

2. Konsumsi Tanpa Kotak atau Dus

Foto: qraved.com

Sumber sampah terbanyak dalam suatu kegiatan adalah konsumsi. Makanan yang disediakan panitia, baik yang berat maupun snack, biasanya diberikan di dalam kotak atau dus karton. Air minum yang dipakai pun adalah air minum dalam kemasan gelas. Belum lagi plastik pengalas makanan di dalam dus, pembungkus sambal, kerupuk, dan lain sebagainya. Bisa dibayangkan bukan jumlah sampah yang akan terkumpul?

Nah, dalam konsep Zero Waste event, makanan disajikan secara prasmanan atau dibungkus menggunakan daun pisang. Panitia juga menyiapkan air minum di galon agar peserta bisa mengambil sesuai kebutuhan masing-masing. Jika jumlah peserta sedikit dan sudah saling mengenal, makan dengan konsep ‘liwetan‘ bisa juga dicoba, Ladies. Selain daun yang menjadi alasnya adalah sampah organik, makan dengan cara ini pun bisa semakin merekatkan keakraban satu dan lainnya.

3. Membawa Perlengkapan Makan Sendiri

Foto: news.detik.com

Untuk konsumsi yang disajikan prasmanan, peserta diharapkan membawa peralatan makan sendiri, seperti sendok, garpu, kotak makan dan botol minum. Sekarang sudah banyak tempat bekal yang dilengkapi dengan tas penyimpanannya, untuk memudahkan jika dibaiwa bepergian. Kalaupun tidak punya, kita bisa mengisinya di dalam tas yang kita bawa. Mudah, bukan?

4. Penyediaan Kotak Sampah Sesuai Jenisnya

Jangan lupa untuk menyediakan tempat sampah yang disertai keterangan untuk penampungan jenis sampah apa saja. Nantinya akan ada masing-masing tempat untuk sampah sisa makanan, sampah kertas, sampah botol bekas (dikosongkan terlebih dahulu isinya) dan sampah konvensional (selain dari 3 jenis sampah sebelumnya, misalnya tisu, sedotan, bungkus snack, dan lain-lain). Hal ini untuk memudahkan pengelolaan sampah di akhir acara, sekaligus menjaga agar area kegiatan tetap bersih dari sampah).

Foto: sustainability.ucdavis.edu

Nah, Ladies, kita dapat mencoba untuk menerapkan 4 cara tersebut ketika melakukan kegiatan bersama komunitas. Dimulai dari acara kecil bersama komunitas kecil, lama kelamaan kita bisa menyelenggarakan acara dalam skala besar dengan konsep Zero Waste. Yuk, semangat menularkan manfaat dan kebaikan di sekeliling untuk dunia yang lebih bersih dan indah.

Related posts

Leave a Comment