Perhatikan 4 Hal Ini Jika Ingin Menjadi Pengurus Komunitas

Halo, Smart Ladies!


Kecanggihan teknologi komunikasi saat ini yang digunakan untuk bersosialisasi, mendorong lahirnya banyak komunitas online. Komunitas ini bergerak pada satu bidang tertentu. Misalnya: komunitas menulis, fotografi, blogger, crafting, dan masih banyak lagi lainnya.

Makin besar sebuah komunitas biasanya membutuhkan beberapa orang untuk mengatur dan mengurusnya. Orang-orang yang ditunjuk sebagai pengurus ini akan menjalankan berbagai tugas seperti layaknya pengurus komunitas biasa (offline). Meskipun umumnya bersifat sukarela, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan sebelum menerima tawaran menjadi pengurus komunitas online. Apa saja? Yuk, simak berikut ini!

1. Niat Untuk Berbagi Manfaat

Foto: pixabay.com

Komunitas online biasanya dibangun dengan tujuan untuk menebarkan manfaat kepada banyak orang. Jika diniatkan untuk kebaikan tanpa pamrih apa pun, kita akan tetap bersemangat untuk mengurus komunitas. Meskipun harus menyediakan waktu khusus, yang artinya mengurangi waktu kita untuk diri sendiri ataupun untuk urusan lainnya.

2. Memiliki Waktu yang Cukup

Foto: pixabay.com

Di samping niat yang kuat, pastikan juga bahwa kita memiliki waktu yang cukup untuk itu. Menjadi pengurus komunitas online berarti kita harus menyediakan waktu untuk online juga. Maka bagi yang menerapkan aturan gadget time di rumah, diperlukan trik khusus untuk menyiasatinya. Mengatur jadwal dengan baik, membagi waktu antara pekerjaan, keluarga, tanggung jawab komunitas dan diri sendiri agar semuanya bisa berjalan seimbang menurut prioritasnya masing-masing.

3. Bertanggung Jawab

Foto: pixabay.com

Tanggung jawab tidak hanya dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga dibutuhkan dalam kehidupan berkomunitas. Terlebih lagi untuk komunitas online. Mengapa demikian? Karena dalam komunitas online, orang bisa dengan mudahnya melalaikan tanggung jawab. Tidak mengerjakan tugas yang dibebankan tanpa alasan yang jelas, tidak hadir atau online selama beberapa waktu tanpa kabar, tidak aktif berkomunikasi dengan sesama pengurus lain termasuk contoh sikap tidak bertanggung jawab. Masih banyak lagi contoh lainnya

4. Kenali Kemampuan Diri

Foto: pixabay.com

Meski sangat ingin berbagi manfaat dengan orang lain dan terlibat langsung sebagai pengurus komunitas, kita juga harus mengenali kemampuan diri sendiri. Jika amanah yang menjadi tanggung jawab kita sudah cukup banyak, ada baiknya kita memilih mana yang jadi prioritas. Dibandingkan dengan menjadi pengurus komunitas online, pekerjaan di kantor atau yang memang sudah ditekuni sejak lama bukankah jauh lebih penting dan lebih besar tanggung jawabnya? Lagi pula, kita juga masih tetap bisa berkomunitas meski tanpa menjadi pengurus, bukan? Member biasa atau sesekali menjadi pemateri rasanya juga menyenangkan.

Itulah 4 hal yang perlu diperhatikan sebelum menjadi pengurus komunitas online. Etika dan aturan dalam komunitas bertujuan agar kita bisa saling berinteraksi dengan baik dan tidak sekadar menghabiskan waktu online dengan percuma. Yuk, berbagi ilmu dan menebar manfaat dengan bahagia.

Related posts

Leave a Comment