Mengenal “Temanku Lima Benua”, Gadis Bernama Unik dengan Segudang Prestasi

Hai, Ladies!

Asian Para Games 2018, yang diselenggarakan di Jakarta menyisakan sebuah cerita tentang seorang anak SMA bernama unik, Temanku Lima Benua.

Liben, begitu dia disapa, adalah seorang pelukis muda asal Klaten. Saat Asian Para Games 2018 berlangsung, dengan keahliannya melukis cepat atau speed art, Liben berinisiatif menggambar atlet dari 43 negara beserta ofisialnya.

Nama Temanku Lima Benua diberikan oleh sastrawan WS Rendra dan mempunyai makna tersirat yang dalam. “Ya, artinya biar temannya banyak,” jelas Liben. Anak tunggal pasangan Haryadi dan Hidayati ini sejak kecil sudah menekuni dunia seni karena ayahnya juga merupakan seniman.

Saat ini Liben masih duduk di kelas XI jurusan IPS SMA negeri 3 Klaten. Bakat melukisnya semakin terasah setelah belajar melukis sketsa secara otodidak melalui YouTube.

Karena prestasinya, Liben diundang khusus oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendy untuk menghadiri Festival Keraton dan Masyarakat Adat ASEAN V di Keraton Sumenep, Jawa Timur, pada Oktober 2018.

Pada acara festival tersebut, Liben dan timnya yang terdiri dari  10 orang pelukis, diberi target menggambar 500 sketsa wajah tamu yang datang.

Kiprah Liben di dunia seni sebetulnya sudah diakui sebelum Asian Para Games 2018. Pada tahun 2017, Liben ditunjuk sebagai Direktur eksekutif Klaten Biennale yang berlangsung di Monumen Juang 45 Sangkalputung, Klaten. Even ini adalah festival seni kontemporer dua tahunan di Klaten. Acara ini  menampilkan program publik berupa lomba lukis, bercerita atau mendongeng, performance art, workshop, dan dialog atau diskusi tentang seni.

klaten bienalle art via wartakita.com

Meskipun aktif di dunia seni dan kegiatan luar yang menyita waktu, Liben tetap tekun belajar dan merupakan siswa yang cerdas di sekolahnya. Hal ini bisa dilihat dari nilai-nilainya yang cukup baik.

Di kampung halamannya, Klaten. Liben mendirikan Lima Benua, sebuah ruang publik tempat kegiatan positif bagi anak-anak muda di sekitarnya.

Bagaimana Ladies, sangat menginsiprasi, bukan? Semoga kita bisa mendapatkan pelajaran dari kisah Temanku Lima Benua, seniman muda dengan nama unik.

Related posts

Leave a Comment