Dengan Prinsip “Learning by Doing”, Memasak menjadi Media Belajar Buah Hati

Hai, Smart Ladies!

Memasak menjadi media belajar yang efektif buat buah hati, baik laki-laki maupun perempuan.  Jadi, jangan ragu untuk memulai dan melakukannya secara rutin. Untuk itu, dibutuhkan waktu yang tepat untuk memasak bersama. Pertama-tama mulai dengan menu sederhana misalnya, sandwich, toast, telur dadar, jeli, jus, atau menu sederhana lainnya. Bila berangsur si kecil sudah fasih menggunakan alat dapur, Ladies dapat mengajarkan menu lainnya.

Usia lima tahun adalah usia ideal untuk memulai. Namun, alat-alat yang diperkenalkan adalah aman, tidak tajam atau yang mudah pecah. Dari berlatih memasak, anak-anak akan belajar banyak hal sebagai berikut:


1.Belajar Hal Baru

Anak-anak selalu ingin tahu hal baru. Ini adalah kesempatan yang baik untuk mengenalkan bahan makanan, jenis bumbu dapur, daging, sayuran, dan buah-buahan. Anak-anak pasti senang karena apa yang dipelajari di sekolah dapat dilihat bentuk riilnya.


2. Belajar Percaya Diri dan Mandiri

Libatkan anak dalam proses menyiapkan sebuah menu misalnya memotong sayur, mengupas bawang, mencuci buah, dan lainnya. Jika kurang sempurna, Ladies memberitahukan bagaimana seharusnya. Dengan demikian, anak dengan percaya diri melakukannya. Selanjutnya, ia akan dapat mengerjakannya sendiri.


3. Belajar Menggunakan Peralatan Dapur

Kenalkan alat dapur yang biasa digunakan, seperti pisau, talenan, saringan, dandang, penggorengan, spatula, panci dan kompor gas dan lainnya. Jika Ladies mulai mengajarkannya pada usia lima tahun, hindarkan penggunaan pisau tajam, api, atau barang pecah belah, kecuali anak telah berusia delapan tahun ke atas.


4. Belajar Matematika dan Sains

Anak akan belajar istilah mencair, mendidih, membeku, dan menguap. Mengenal gelas takaran dari satuan mililiter sampai dengan liter. Dengan timbangan, anak mengenal satuan gram sampai dengan kilogram.


5.Belajar Tentang Dasar-Dasar Makanan Bergizi

Tentunya, anak akan belajar tentang kandungan gizi, zat, mineral, dan vitamin dalam bahan makanan atau minuman. Mereka akan mengetahui kandungan nutrisi yang berbeda antara bahan yang satu dengan lainnya. Secara bertahap, mereka akan mengerti proses memasak seperti, menggoreng, merebus, menyangrai, dan mengukus. Paling tidak mereka mengetahui dasar-dasar makanan sehat dan cara aman mengolahnya.


6.Belajar Bertanggung Jawab

Saat Ladies menugasi anak melakukan tugas kecil dalam proses menyajikan hidangan dan diselesaikan dengan baik, berarti ia telah bertanggung jawab.


7. Belajar Konsentrasi dan Fokus

Di dapur anak juga bisa belajar fokus dan konsentrasi. Contohnya, saat memotong sayur, ia akan berusaha agar jari tangannya tidak teriris, atau saat menimbang gula pasir ia akan berusaha agar tidak tercecer. Selain itu, anak akan mencoba mengingat bahan masakan, cara pengolahan dan step-stepnya. 


8. Belajar Kebersihan

Dalam hal masak-memasak dapat diajarkan bahwa kebersihan penting mulai dari makanan disiapkan, diproses, dan dihidangkan. Menjaga kebersihan setelah memasak merupakan keharusan misalnya, peralatan dicuci dan sampah sisa memasak dibuang ke dalam tong sampah.

Dalam proses belajar di dapur semua bahan, peralatan, dan cara memasak kaya akan  perbendaharaan kata. Yakinlah, dengan anak belajar sambil praktik hasilnya di luar dugaan.
Anak-anak akan merasa gembira, jika hasil karya mereka dipuji ayah dan bunda. Lain waktu mereka akan bergairah untuk diajak memasak. Yang penting proses belajar, walaupun hasilnya kurang sempurna. Semoga menjadi inspirasi Bunda untuk mengisi waktu pada akhir pekan bersama buah hati.

Related posts

Leave a Comment