Guru Baru

Pagi ini Alya harus berangkat ke sekolah sendiri karena ayah yang biasa mengantarnya harus menghadiri pertemuan di luar kota.

 

Ayahnya belum mengizinkan Alya membawa motor sendiri ke sekolah. Belum saatnya, kata Ayah ketika ditanya mengapa dia tidak diperbolehkan seperti teman-temannya yang lain. 

 

Karena sekolah gadis itu berlawanan arah dengan bunda, maka hari ini mau tak mau dia berangkat dengan memesan ojek online.

 

Sebenarnya Alya agak kurang nyaman naik ojek. Bukannya apa-apa, Alya tidak terbiasa terlalu dekat dengan laki-laki kecuali ayah dan abangnya. Jadi agak risih saat harus dekat-dekat dengan pengemudi ojek yang tidak dikenalnya.

 

Setelah menunggu sebentar tampak ojek pesanannya datang menghampiri.

“Assalamualaikum, dengan Neng Alya?” tanya pengemudi ojol itu sambil sesekali melihat gawai memastikan nama penumpang yang telah memesan ojeknya.

“Waalaikumussalam, iya betul,” jawab Alya 

 

“Bunda! Alya pergi, yaa! Assalamualaikum!” serunya pada bunda yang sedang bersiap-siap juga hendak berangkat mengajar.

“Waalaikumussalam.”

“Iya! Hati-hati!” sahut Bunda dari dalam rumah.

Tadi sebelum memesan ojek, Alya sudah terlebih dahulu berpamitan dengan bundanya tidak lupa mencium tangan bunda dengan santun.

Langsung dia menaiki boncengan untuk kemudian meluncur menuju sekolahnya.

 

Begitu sampai, Alya turun dari motor, melepas helm, lalu menyodorkan uang sesuai dengan yang tertera di aplikasi Gojek.

“Tidak usah, Neng! Hari ini saya gratisin anak sekolah yang naik ojek saya,” kata abang Gojek pada Alya.

“Wah, serius nih, Bang?”

“Iya, Neng. Ini ikhtiar saya biar Allah ngasih rezeki buat bayar uang sekolah anak saya.”

“Anaknya sekolah dimana, Bang?” Alya bertanya penasaran.

“Di SMP, Neng, kelas 8,” jawab Abang Gojek.

“Sama dong. Sama saya,” sahut gadis itu.

“Ya, udah, deh! Kalau begitu makasih banyak ya, Bang,” sambungnya lagi

“Semoga anaknya jadi anak pinter, salih, dan Abang dikasih rezeki yang barokah.”

“Aamiin Yaa Mujibassailiin …,” Abang Gojek mengaminkan doa Alya.

 

Dengan berlari-lari kecil, Alya menuju kelasnya yang terletak di pojok bangunan bertingkat tiga tersebut. Kedatangannya disambut oleh Ayu, sahabat sekaligus teman sebangkunya.

“Tumben kamu telat, Al!” ujar Ayu.

“Iya, hari ini aku naik ojek online, ayahku ada rapat penting di luar kota.”

 

“Oh ya, Al, kata Ardi pengganti Pak Hasibuan guru Matematika kita sudah ada,” cerita Ayu.

“Galak enggak?” tanya Alya sambil meletakkan tas yang tadi disandangnya.

“Mana aku tahu, Al! Ketemu aja belum,” tukas Ayu.

“Kamu biasanya selalu siap dengan gosip terbaru!” ledek Alya pada temannya itu.

“Eits, jangan salah ya, aku tidak pernah bergosip, apa yang kusampaikan adalah fakta!”

 

Baru saja Alya mau membalas omongan Ayu, bel sekolah sudah berdentang tanda pelajaran akan segera dimulai. 

Pelajaran pertama adalah Matematika. Meski pelajaran itu dianggap ‘killer’ bagi sebagian siswa, tetapi tidak untuk Alya. Dia justru gemar dengan pelajaran berhitung ini. Terbukti sudah beberapa kali memenangkan lomba Matematika di event-event perlombaan.

 

Pak Hasibuan, guru Matematika di sekolah Alya, pindah tugas ke tempat baru yang lebih dekat dengan rumahnya. Jadi jabatan guru Matematika kosong dan seperti yang sudah disampaikan oleh Ayu tadi, bahwa guru pengganti akan datang hari ini.

 

“Assalamualaikum, Anak-Anak,” sapa Bapak kepala sekolah yang baru saja memasuki ruang kelas. Di belakangnya ada seseorang yang mengikuti.

“Waalaikumussalam …,” jawab anak-anak serempak.

 

“Hari ini, bapak akan perkenalkan guru Matematika kalian yang baru.”

“Semoga dengan adanya guru baru, kalian lebih semangat lagi belajar,” kata Pak Kepala Sekolah lagi. Lalu memberi isyarat pada orang yang datang bersamanya untuk memperkenalkan diri kepada para siswa.

 

“Perkenalkan, nama saya Ali Bakti, panggil saja Pak Ali. Mulai hari ini saya akan membimbing kalian dalam pelajaran Matematika.” 

 

Alya memandang Pak Ali tak berkedip. Penampilan beliau di depan kelas berbeda sekali dengan saat mengenakan seragam Gojek.

Tangerang, 9 Januari 2019

Nusifera Sundari
Follow me
Nusifera Sundari
Follow me

Latest posts by Nusifera (see all)

Related posts

Leave a Comment