Mau Curhat? Hindari 5 Hal Ini

Apa kabar Smart Ladies? Tak terasa bulan April akan berlalu. Semoga kita dapat melewatinya dengan baik. Jika ada masalah, jangan lupa untuk menyelesaikannya dengan kepala dingin.

Pertimbangkan dampak positif dan negatif dari langkah yang akan kita pilih. Jika pikiran benar-benar suntuk dan ingin berbagi tentang masalah yang sedang dihadapi, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan.

Bahkan, ada pantangan yang harus kita hindari ketika curhat, seperti lima hal berikut ini:


1. Curhat di Ruang Publik

Jika salah memlilih tempat curhat, beban tidak berkurang, sebaliknya akan dapat menambah masalah. Curhat di ruang publik, seperti televisi atau radio, apalagi yang disiarkan secara langsung, sama saja dengan membuka aib kita pada semua orang.

Alih-alih mendapat simpati, justru yang kita peroleh adalah sebuah perundungan. Apalagi jika dalam curhatan ini kita menyebut nama orang lain.

Jika yang kita sebut keberatan, tindakan ini bisa sampai ranah hukum dengan tuduhan pencemaran nama baik. Jika memang terpaksa harus curhat di ruang publik seperti ini, mintalah pada produser acara untuk menyembunyikan wajah kita, membuat beda suara kita dan supaya identitas bisa disamarkan.

2. Curhat di Media Sosial

Seperti kita ketahui, media sosial adalah tempat untuk saling berinteraksi dengan orang-orang yang terhubung dalam pertemanan di dunia maya.

Secara nyata mungkin kita tidak mengenal mereka meskipun cukup akrab ketika melakukan chatting. Curhat secara terang-terangan di media sosial seperti mempermalukan diri sendiri.

Jika curhat dilakukan ebagai terapi untuk meringankan beban, kita bisa penyamaran dari cerita sebenarnya.
Cara yang dapat ditempuh adalah dengan menuliskan permasalahan kita menjadi sebuah cerita fiksi. Hal semacam ini malah bisa mendatangkan keuntungan lo, karena cerita yang kita buat bisa dibukukan.

3. Curhat kepada Orang Sembarangan

Jangan curhat kepada orang yang belum kita kenal dekat, karena belum tentu rahasia dapat terjaga.

Orang sembarangan ini misalnya teman kerja, tetangga, bahkan orang yang baru saja kita temui saat mengantre di dokter. Mereka belum tentu mempunyai kemampuan menyelesaikan masalah kita.

4. Curhat kepada “Someone Special

Ini yang lebih berbahaya, Smart Ladies. “Someone special” disini adalah orang yang bisa saja menjadi orang ketiga, misalnya teman laki-laki, atau mantan pacar. Betapa bahayanya jika hal ini berlangsung secara kontinu.

5. Curhat kepada Orang Tua atau Mertua

Dengan kearifan orang tua atau mertua, kita bisa meminta pendapat mereka imtuk menyelesaikan masalah. Namun, perlu diingat bahwa mereka seharusnya tidak lagi dibebani masalah keluarga kita.

Di sisa usia mereka, semestinya tinggal menyaksikan kebahagiaan anak cucu. Jika alasannya adalah bahwa orang tua berhak tahu hal serius yang terjadi, cobalah untuk tidak buru-buru berkeluh kesah pada mereka.

Nah, Smart Ladies, banyak jalan untuk menyelesaikan masalah. Pilihlah teman dan tempat curhat yang memang mampu merungankan masalah kita.

Sitatur Rohmah

Ibu rumah tangga 4 putra putri yang mulai beranjak remaja. Menulis adalah hobi sekaligus ajang edukasi bagi putra putrinya untuk mencintai dunia literasi.
Sitatur Rohmah

Related posts

Leave a Comment