4 Tahapan Mengajarkan Calistung pada Buah Hati

Hai, Smart Ladies!

Kita biasanya akan bangga sekali apabila sang buah hati bisa membaca, menulis, dan berhitung (calistung) di usia dini. Sebaliknya, apabila sang buah hati belum bisa melakukannya di usia menjelang masuk Sekolah Dasar Ladies biasanya panik. Padahal calistung bukan indikator kecerdasan anak. Tidak semua anak yang dengan cepat belajar calistung ketika usia SD lebih baik secara akademis dibandingkan teman sebayanya. Namun, berdasarkan pengalaman dengan anak-anak dan murid-murid saya, anak-anak yang bisa dengan cepat belajar calistung adalah anak-anak yang sudah dibiasakan melakukan hal-hal berikut sejak kecil :

1. Membaca Gambar

Membaca gambar bisa dimulai sejak anak mulai bisa diajak dialog, walaupun satu arah dari Smart Ladies. Ketika anak sudah mulai bicara, bisa diminta membaca sendiri gambar sesuai versinya. Ini adalah fase di mana anak belajar simbol dan bercerita sesuai keinginannya. Setelah anak memahami hal ini, dapat diajarkan untuk melihat gambar yang sama, gambar yang berbeda, sampai gambar janggal.


2. Membacakan Cerita

Apabila anak Ladies sudah mulai mau membaca gambar, ajaklah untuk mendengarkan cerita yang dibacakan. Kemudian secara bergantian biasanya anak akan ingin bercerita juga. Pura-pura membaca buku, tetapi biasanya dia membaca gambar. Tahap membacakan cerita ini merupakan tahap awal juga memperkenalkan buku dan membiasakan membaca agar suatu saat ketika anak sudah bisa membaca, dia akan mencintai buku.
Selain itu, membacakan cerita merupakan tahapan mengasah logika. Bukankah banyak anak yang bisa membaca tetapi tidak memahami isi bacaannya? Nah, itu disebabkan kemampuan logikanya tidak pernah diasah karena kebanyakan orang hanya mengajarkan membaca saja.


3. Membilang dan Berhitung

Membilang adalah menyebutkan angka (tanpa ada tulisannya) secara urut, sedangkan menghitung adalah membilang dengan menunjukkan bendanya. Misalkan, mau bermain lomba lari dengan anak, di hitungan ke tiga baru Ladies dan anak berlari dan menghitung jumlah balok yang disusunnya. Proses ini mampu memperkenalkan matematika secara sederhana ditambah ketrampilan membaca yang mengasah logika, agar kelak memahami soal cerita


4. Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus

Kemampuan motorik adalah kemampuan seseorang yang berkaitan dengan gerakan anggota badan. Berlari, melompat, dan naik tangga merupakan kemampuan motorik kasar, sedangkan menulis merupakan bagian dari kemampuan motorik halus. Sebelum belajar menulis, biarkan anak memegang pensil dahulu dengan benar ketika bermain, mewarnai dari mulai coretan hingga lebih rapi, merobek kertas, dan menggunting dengan pengawasan. Setelah itu, baru memperkenalkan tahapan menulis diimulai dengan menulis atau menggambar di media yang luas, menyambungkan dua titik yang berdekatan, menyambungkan dua titik yang berjauhan, dan menulis atau menggambar bentuk. Media menulis secara bertahap bisa diperkecil hingga anak bisa menulis di buku tulis.

Nah, Smart Ladies, ingin anak segera bisa belajar calistung? 4 Tahapan di atas dapat dilakukan sejak anak berusia kurang lebih 1 tahun sehingga ketika anak usia 4 sampai 5 tahun sudah benar-benar siap. Jangan lupa, Ladies, lakukan semua hal di atas dengan konteks bermain sambil belajar bukan belajar sambil bermain.

Related posts

Leave a Comment