Mengonsumsi Makanan Bakaran Tanpa Was-was, Simak 7 Tipsnya, Yuk!

Halo, Smart Ladies!

Siapa yang tidak suka makanan bakaran? Hampir semua orang menikmatinya. Aroma makanan yang sedang dibakar sangat menggugah selera. Tak dipungkiri, rasa makanan menjadi dua kali lebih nikmat. Meskipun cara pengolahan makanan dengan dibakar sudah lazim, perlu kita ketahui bahwa makanan bakaran mempunyai dampak buruk  bagi kesehatan tubuh manusia. Secara medis, mengonsumsi makanan yang dibakar berpotensi tertelannya bagian-bagian makanan yang gosong. Daging yang dibakar hingga berwarna kehitaman banyak mengandung HCAs. Heterocyclic amines adalah senyawa kimia yang muncul dari daging yang diproses  pada suhu tinggi.

Berikut ini adalah cara aman mengonsumsi dan mengolah makanan yang dibakar:


1. Menghindari Bagian yang Gosong

Bagian daging yang gosong  adalah bagian yang berbahaya untuk dikonsumsi. Sebenarnya, pengolahan makanan yang paling baik dari segi kesehatan yaitu dengan cara dikukus atau direbus. Namun, Ladies sesekali boleh mengonsumsi makanan bakaran diselingi dengan buah dan sayuran. Daging merah misal daging sapi yang diolah dengan cara dibakar, lebih berisiko di bandingkan dengan daging putih, seperti ikan atau daging ayam. Memasak terlalu matang, membuat risikonya semakin tinggi.


2. Mengonsumsi Tidak Terlalu Sering

Tidak masalah sesekali mengonsumsi makanan bakaran pada waktu-waktu tertentu, seperti tahun baru atau saat berlibur. Kita harus tetap waspada karena dampak mengonsumsi makanan yang dibakar tidak seketika dirasakan.


3.Memilih Daging yang Tidak Terlalu Berlemak

Tetesan lemak dari daging  saat dibakar  menciptakan asap berlebihan dan terbentuknya zat karsinogen. Daging dengan kadar lemak yang tinggi juga akan membuatnya  cepat gosong.


4. Menggunakan Api Kecil

Pilihlah daging yang mempunyai kadar lemak rendah dan bakar dengan api kecil. Membakar daging dengan api besar tidak menjamin daging cepat matang.  Iris daging kecil-kecil dan bakar dengan temperatur sedang agar cepat masak dan mencegah terbentuknya zat karsinogen.


5. Merendam Daging dalam Bumbu

Menurut  The American Institute for Cancer Research,  merendam daging dalam bumbu  paling sedikit 30 menit  dapat mengurangi pembentukan zat karsinogen. Bumbu tradisional dan alami lebih aman karena menurunkan kadar HCAs di dalam bakaran daging.


6. Menghindari  Daging Olahan Untuk di Bakar

Mengonsumsi daging olahan seperti sosis yang dibakar sangat berisiko. Pada umumnya, bahan makanan olahan mengandung bahan pengawet, zat penguat rasa, dan pewarna buatan. Bila jenis bahan makanan ini diolah dengan cara dibakar, tentu akan berdampak buruk bagi kesehatan tubuh.


7. Mengolah dengan Tata Cara yang Baik

Hal penting lainnya adalah  teknik pengolahan daging. Gunakan panggangan yang tidak langsung bersentuhan dengan api. Pastikan panggangan selalu bersih dan tidak berkarat. Pembakaran cara ini akan membantu menghindarkan daging terbakar dan gosong.

Nah, sekarang Ladies tak perlu waswas setelah mengetahui cara membakar dengan benar. Gizi dan nutrisi dari makanan yang dibakar harus  tetap terjaga. Membakar makanan dengan suhu tinggi pada waktu yang lama tidak hanya berbahaya, tetapi menurunkan kandungan gizi pada makanan tersebut. Menyadari hal tersebut, perlu kehati-hatian mengonsumsi makanan bakaran demi kepentingan kesehatan tubuh.



















Related posts

Leave a Comment