Ketika Kita Jatuh Cinta

Dear Smart Ladies,

Sesekali marilah kita beromantis ria! Bicara tentang jatuh cinta, pasti semua pernah merasakannya, bukan? Kata orang, hidup tanpa cinta bagaikan tangkai tak berbunga. Hidup ini menjadi tidak indah, kering, dan gersang. Sampai ada yang mengatakan, “Jatuh cinta itu berjuta rasanya.” Eh, sepertinya itu lagu, ya?

Cinta, Fitrah Manusia

Semua itu menggambarkan betapa cinta menjadi hal yang istimewa dalam hidup kita. Seperti cinta orang tua kepada anaknya, anak kepada orang tua, suka melihat anak kecil, sampai tertarik pada lawan jenis. Rasa itu selalu ada pada setiap manusia, bukan? Dengan kata lain, cinta itu memang fitrah yang diberikan Allah kepada makhluknya. Cinta itu bisa ditunjukkan dengan cara melakukan apapun yang disukai oleh orang yang kita cintai untuk membahagiakannya, selalu memperhatikannya, memberikan yang terbaik untuknya, tidak ingin menyakiti apalagi membahayakan hidupnya. Meski untuk itu, harus banyak berkorban, baik dengan tenaga, waktu, dana, hingga nyawa. Begitulah kita memperlakukan orang yang kita cintai. Itu baru kepada sesama manusia.

Adapun rasa cinta Allah kepada makhluknya seharusnya lebih dari itu. Dia menciptakan kita beserta aturan mainnya supaya selamat di dunia ini, kembali kepada Allah tanpa tersesat, atau membahayakan diri sendiri, hingga lupa jalan kembali pulang. Oleh karena itu, Allah memberikan sekumpulan aturan, lengkap dengan perintah dan larangan-Nya sebagai petunjuk hidup.

Cinta Sang Pemilik Hati

Lalu, bagaimana menunjukkan rasa cinta kepada Sang Pemilik Hati Manusia? Tentu harus dilakukan dengan cara menumbuhkan rasa cinta terhadap apa-apa yang datang dari Allah berupa perintah, dan membenci larangan-Nya hingga bertekad untuk menjauhinya. Selain itu, harus mencintai orang-orang yang dicintai-Nya (orang-orang yang salih dan suka beramal salih) dan membenci orang-orang yang dibenci-Nya (orang yang suka bermaksiat, memusuhi Allah dan Rasul-Nya). Agar Allah senantiasa rida dan melimpahkan rahmat-Nya.

Bayangkan! Jika Allah sudah cinta kepada hamba-Nya, maka panca indera (mata, telinga, hati, tangan dan kaki kita akan dijaga langsung dari berbuat kerusakan atau maksiat. Indah, bukan? Siapa yang tidak ingin dicintai dengan cara seperti itu? Pasti semua mau, bukan Smart Ladies? So, yakinlah, bahwa semua yang berasal dari Allah itu demi kebaikan kita sendiri. Bukan bermaksud menyusahkan. Semoga kita semua selalu dimudahkan dalam menjalani hidup ini sesuai dengan keinginan-Nya. Aamiin.

nurmita dewi

Latest posts by nurmita dewi (see all)

Related posts

Leave a Comment