Stop Phubbing agar Gaya Hidup Zaman Now Tetap Asyik

Halo, Smart Ladies!

Sudahkah Ladies mendengar istilah phubbing? Istilah ini diciptakan oleh Alex Haigh, mahasiswa Australia yang magang di perusahaan periklanan terkenal, McCann di Australia. Phubbing  merupakan singkatan dari phone snubbing, artinya  sikap  tidak peduli dengan lingkungan sekitar yang diakibatkan oleh penggunaan ponsel. Pelaku  phubbing  disebut dengan phubbers. Gejala ini terjadi di zaman modern dan sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Padahal, kehangatan dapat diperoleh individu ketika berbincang dengan orang di sampingnya, sentuhan tangan, pelukan, ataupun tertawa lepas dapat meningkatkan kesehatan dan daya tahan tubuh hingga berkali-kali lipat.

Di bawah ini ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menghentikan phubbing:

1. Bersosialisasi di Dunia Nyata

Berusahalah bersosialisasi di dunia nyata bersama teman-teman atau rekan kerja misalnya, di acara gathering, makan bersama, ulang tahun, acara kekeluargaan atau acara bisnis lainnya.  Tanpa penggunaan ponsel dengan intens  berarti Ladies dapat leluasa berkomunikasi. Teman-teman akan merasa nyaman dan senang mengobrol tanpa saling terganggu.

2. Quality time

Kesibukan melihat ponsel masing-masing saat berkumpul bersama keluarga  dapat menimbulkan rasa tidak suka, tersinggung, dongkol, atau sakit hati saat salah satu anggota berbicara dan tidak mendapat tanggapan. Hubungan individu dengan anggota keluarga menjadi dingin. Buat kesepakatan dalam keluarga, jadwal penggunaan ponsel. Orang tua berkewajiban mendisiplinkan diri dan anak-anak untuk menikmati kebersamaan yang berkualitas.

 3. Mengontrol Diri dalam Menggunakan Ponsel

Agar tidak dijuluki phubber, kontrol diri sendiri untuk tidak terus-menerus menatap layar ponsel. Tentukan seberapa pentingnya posting status di Facebook, Instagram, Line, atau Whatssap. Prioritaskan kegiatan yang sedang berlangsung. Jika memang penting untuk mengirim pesan, melakukan atau menerima panggilan mintalah ijin keluar sebentar dan kembali lagi setelah selesai. Biasakan untuk menyetel ponsel ke silent mode ketika kita akan bertemu dengan teman atau rekan kerja.

4. Mengumpulkan Ponsel

Agar kumpul-kumpul makin seru, Ladies bisa juga membuat kesepakatan untuk mengumpulkan ponsel saat acara berlangsung. Buatlah juga aturan tambahan siapa saja yang mengambil ponselnya terlebih dahulu akan mendapat sebuah hukuman mentraktir atau  sanksi lainnya.

5. Temukan Tempat-Tempat Baru untuk Berkumpul

Untuk menghindarkan kebosanan, temukan tempat-tempat baru yang menantang dan memicu adrenalin.   Berkumpul bersama bukan lagi nongkrong di satu tempat. Bisa saja traveling bersama atau melakukan sebuah kegiatan sosial. Dengan banyak beraktivitas bersama, komunikasi langsung pasti akan lebih intensif. Ladies bisa merencanakan liburan bersama, misalnya pergi ke pantai atau naik gunung.

6. Taruh Charge di Ruang Umum

Trik ini dapat memiliki dampak positif. Praktiknya sederhana, cukup tempatkan kabel charge  di ruang tamu, ruang makan, atau ruang lain di rumah yang terbuka untuk semua orang, tetapi bukan ruang tidur. Dengan demikian, orang harus masuk dan mencolokkan ponsel di ruang sosial  rumah. Di sini mereka lebih cenderung terlibat dalam percakapan saat mereka mencharge  ponsel.


Pengaruh teknologi canggih  dapat membuat manusia semakin tumpul empati dan ekspresi emosinya. Hubungan komunikasi antar individu tidak lagi hangat dan berkualitas seperti dahulu. Percakapan antar manusia saat ini bersifat datar, terkesan dingin dan hanya seperlunya saja. Diperlukan usaha dan komitmen bersama untuk mengurangi kebiasaan ini. Dengan begitu Ladies dapat  menggunakan ponsel tetapi tetap menjalin relasi yang sehat, nyaman dan hangat antar sesama.

Sumber gambar: ccnindonesia.com

 

 

Related posts

Leave a Comment