“Clean Eating”, Gaya Hidup Sehat dengan Makan Serba Alami

Hai, Smart Ladies!

Di zaman milineal ini semua serba instan, tak terkecuali makanan yang menjadi kegemaran kebanyakan orang terutama anak- anak dan orang muda. Alasan mereka memilih makanan instan adalah praktis, tanpa memerlukan waktu lama untuk menyiapkannya, apalagi saat mereka sibuk. Padahal, metode makan sehat yang bisa menghasilkan tubuh sehat sudah harus menjadi tujuan utama di masa depan. Jika  abai terhadap apa yang dikonsumsi, berbagai macam penyakit akan bermunculan. Pastinya, sumber masalah adalah dari kebiasaan makan yang tidak sehat selama bertahun-tahun. Clean eating mulai booming lagi di masyarakat karena kesadaran mereka akan cara makan sehat.


Apakah Clean Eating itu ?

Clean eating adalah gaya hidup dengan cara mengurangi atau menghindari makanan yang mengandung bahan pengawet, perasa buatan, dan olahan pabrik. Pola makan ini menekankan pada penggunaan bahan-bahan segar, alami, dan masih dalam bentuk aslinya (whole food ) untuk diolah sendiri menjadi masakan di rumah dengan proses tidak lama.


Cara Mulai Clean Eating:

  • Makan 5-6 kali sehari dengan porsi kecil untuk menjaga gula darah stabil.
  • Mengonsumsi protein dari ayam, ikan, telur, dan daging tanpa lemak.
  • Hindari semua makanan manis (gula, roti, kue, cake, permen, tepung putih, dan nasi putih).
  • Hindari makanan berlemak jahat dan trans fat.
  • Menjauhi soda dan minuman tinggi kalori yang mengandung gula.
  • Menjauhi makanan yang mengandung kalori tinggi, misalnya junk food dan gorengan.
  • Minum paling sedikit 8 gelas setiap hari.
  • Proses memasak dengan kukus, rebus atau panggang.

Metode makan sehat cukup beragam, mulai dari  mengonsumsi bahan-bahan nabati, rutin minum air dan perasan jeruk lemon setiap hari, hingga diet detoks dengan meminum jus sayuran serta buah selama waktu tertentu. Penyedap rasa diganti dengan rempah-rempah segar, daging, dan ikan kalengan diganti dengan yang masih segar, serta konsumsi sayuran dan buah-buahan segar lokal. Mengganti garam dapur dengan garam laut. Berusaha untuk senantiasa mengonsumsi bahan makanan organik, yang penanamannya ramah lingkungan, tanpa pestisida, dan rekayasa genetika.


Penerapan Clean Eating

Mengutip penjelasan Diane Welland, MS, RD, seorang pakar diet dan pengarang buku ‘The Complete Idiot’s Guide to Eating Clean’ dalam sebuah artikel untuk majalah Today’s Dietician, clean eating bisa dimulai dengan mengikuti aturan 80/20. Penjelasannya yaitu 80 % makanan yang memenuhi ketentuan clean eating dan 20 % nya diperbolehkan ‘cheating’, yaitu diluar ketentuan clean eating dengan pengurangan porsi secara bertahap.


Manfaat Clean Eating 

  • Menurunkan kadar lemak tubuh
  • Menurunkan berat badan
  • Meningkatkan energi
  • Menyehatkan kulit
  • Mengkilapkan rambut
  • Membuat tidur lebih nyenyak
  • Menekan stres pikiran

Clean eating mengacu pada gaya hidup sehat secara keseluruhan dalam kehidupan sehari-hari. Kita paham bahwa makanan paling banyak memberikan nutrisi saat masih dalam bentuk aslinya. Ketika bahan makanan sudah terlalu banyak diproses nutrisinya bisa menurun bahkan hilang. Kini saatnya kita mengubah kebiasaan makan secara bertahap karena tubuh akan melakukan adaptasi dengan perubahan tersebut. Ingin hidup sehat dan umur panjang? Yuk, terapkan clean eating karena You are what you eat.





.





Related posts

Leave a Comment