Hilang

Setelah mengecek semua perlengkapan dan isi tasnya, Mira keluar dari kantor guru menuju ke motornya yang diparkir di depan sekolah.

Mendadak langkahnya terhenti. “Astagfirullah … motorku mana?” Mira terpaku melihat tempat motornya biasa terparkir, kosong. Jantungnya berdetak kencang, lututnya lemas. Matanya cepat berkeliling area parkir mencari motornya, berharap ada yang memindahkannya ke tempat lain.

Namun, pencarian sia-sia, yang dicarinya tak tampak sedikit pun.

“Aduh … bagaimana ini?”

“Masak ada yang mencuri tengah hari bolong begini?”

Berbagai pertanyaan berkecamuk di hatinya. Mira bingung, apa yang mesti dia katakan pada suaminya? Motor yang baru dibeli 2 pekan lalu hilang dicuri di halaman sekolah? Apa kata suaminya nanti? Padahal motor itu dibeli dengan uang tunai karena mereka tidak mau terlibat hutang.

“Ada apa, Bu Mira?” tanya Anita, rekan sesama guru yang melihat Mira berdiri mematung di tempat parkir.

“Motor saya hilang, Bu Nita” sahut Mira “Innalillahi … ” Anita terkejut, sambil tak sadar berteriak sehingga memancing yang lain datang mengerumuni keduanya.

“Ada apa? Ada apa?” tanya guru-guru dan juga orang tua murid yang kebetulan masih ada di sekolah karena menjemput anaknya. Anita membantu Mira yang masih ‘shock’ menceritakan kejadian yang menimpa Mira.

“Ya Allah … tega banget tuh, orang,” gerutu salah seorang guru kesal. Memang kejadian hilangnya motor bukan yang pertama terjadi di sekolah tempat Mira mengajar, tapi itu karena diparkir di pinggir jalan jauh dari pengawasan, tidak di area parkir sekolah.

“Kayaknya tadi memang ada bapak-bapak yang mencurigakan deh, dia bolak-balik seperti mencari sesuatu,” imbuh salah seorang ibu. Mira cuma bisa pasrah, mungkin dia dan suami kurang sedekah sehingga dapat musibah seperti ini.

Akhirnya Mira mencoba mengikhlaskan yang sudah hilang, tinggal memikirkan bagaimana menyampaikan berita ini kepada suaminya dan bagaimana caranya membeli motor baru.

Anita dan yang lain merasa iba dengan Mira. Dipapahnya Mira agar duduk di kursi, sementara ada yang memberikan segelas air minum agar dia bisa lebih tenang. Anita mengelus-elus punggung Mira bermaksud menghiburnya.

Tiba-tiba … Mira terlonjak berdiri, membuat semua orang ikut terlonjak, khawatir Mira masih shock.

“Bu Nita!” kata Mira sambil merangkul erat Anita. Wajahnya berubah.

“Kenapa Bu Mira?” tanya Anita dengan sedikit terengah karena Mira memeluknya begitu erat.

“Saya lupa! Kalau tadi pagi parkir di belakang sekolah!”

The end

Tangerang, 2 Januari 2019

Foto: Pixabay

Nusifera Sundari
Follow me
Nusifera Sundari
Follow me

Latest posts by Nusifera (see all)

Related posts

Leave a Comment