5 Penyebab Resolusi Selalu Gagal dan Hanya Jadi Mimpi Belaka

Membuat resolusi merupakan salah satu “ritual” akhir tahun yang dilakukan kebanyakan orang. Tak sebatas target karir, namun juga mencakup hal-hal lainnya seperti impian pernikahan pada bulan tertentu di tahun yang baru, penurunan bobot tubuh, hingga perubahan penampilan. Saking banyaknya resolusi yang dirancang, kadang malah menjadi beban dan tekanan tersendiri bagi seseorang. Akhirnya justru rentan terkena stres akibat sebagian besar resolusi tidak terealisasi.

Smart Ladies, apakah kamu pernah mengalaminya? Membuat segudang resolusi, namun cuma segelintir yang terwujud? Berikut adalah beberapa penyebab resolusimu selalu gagal dan hanya jadi impian belaka.

1. Target Tak Jelas

Sebelum membuat resolusi, pastikan apa yang hendak kamu tulis mempunyai target yang jelas. Sebagai contoh, kamu ingin menurunkan berat badan dalam kurun waktu tiga bulan. Maka, buat juga catatan berisi upaya apa saja yang harus kamu lakukan agar cita-citamu terwujud seperti, memulai gaya hidup sehat, olahraga, perbanyak konsumsi buah dan sayuran, menghindari junk food serta gorengan, dan sebagainya.

Begitu pula bagi Ladies yang berkecimpung di dunia penulisan fiksi maupun nonfiksi dan ingin sekali memiliki buku solo. Kamu harus menentukan target jumlah halaman yang wajib ditulis dalam satu hari dan waktu yang dibutuhkan guna menyelesaikan satu draf buku.


2. Melampaui Kapasitas Diri

Saat resolusi sudah dibuat, coba lihat kembali. Apakah resolusi tersebut benar-benar mampu kamu jalankan? Atau justru sebaliknya. Terkesan serakah, mengada-ada, hingga melampaui kapasitas dirimu. Jika demikian, tinjau ulang resolusimu, Ladies.

Buatlah resolusi yang realistis menyesuaikan dengan kemampuan dirimu. Jangan mematok target menulis sepuluh artikel setiap hari, sementara kamu memiliki seabrek kesibukan di luar rumah.


3. Kurang Konsisten

Resolusi juga akan menguap bila kamu kurang konsisten dan tidak mempunyai komitmen yang kuat dalam mewujudkannya. Hari ini semangat, besok kendor. Lusa mulai lagi, seminggu kemudian layu. Kalau seperti ini dijamin resolusi bakal gagal total, Ladies.


4. Terbawa Perasaan

Selain kurang konsisten, sifat yang baperan juga mempengaruhi pencapaian resolusi. Misalnya, seorang penulis yang tidak siap dengan kritik maupun saran. Semula ia begitu percaya diri dan semangat berkarya, akan tetapi saat tulisannya dikritik teman atau kerabat dekat, langsung down. Efeknya, dia enggan menulis kembali. Duh, jangan sampai jadi pribadi seperti ini, ya, Ladies.


5. Terkena Virus Malas

Malas tidak ada obatnya. Saat kamu terjangkit virus ini, kamu tidak akan bersemangat dalam beraktivitas, apalagi melirik resolusi dan target di tahun yang baru. Jadi, kamulah yang harus memaksa diri untuk terus bergerak dan melawan kemalasan tersebut.

Kunci dari tercapainya resolusi adalah membuat target yang realistis dengan memperhitungkan kemampuan diri sendiri. Karena resolusi bukan sekadar coretan yang rutin dibuat tiap jelang akhir tahun. So, siap taklukkan tahun baru dan wujudkan resolusi?

Related posts

Leave a Comment