Ladies, ini Bahayanya Jika Anak Tidur Terlalu Larut!

Hai,Smart Ladies!

Sebagai seorang ibu,  Ladies selalu memberi kebebasan waktu untuk anak tidur. Seperti yang kita tahu, tidur merupakan salah satu aktivitas yang sangat penting bagi perkembangan otak dan tubuh si kecil.

Tapi, karena memang dasarnya anak  memiliki banyak energi, tidak jarang waktu tidurnya menjadi berkurang. Terkadang  anak menunggu acara televisi yang dia sukai atau terlalu asik bermain.  Nah hal ini tak jarang membuat para orang tua menjadi khawatir. 

Dilansir  dari haibunda,  anak kecil yang masih  berusia di bawah dua tahun tidak boleh tidur terlalu malam karena ada risiko yang berbahaya. Yuk,  kita bahas dampak dari pengaruh tidur larut pada anak dan bahaya ini terjadi pada kesehatan. 


1. Merusak Otak ´╗┐

Dikutip dari The Guardian,  pengaruh pada anak tidur larut malam paling besar adalah kinerja otak akan berkurang  dalam memproses  informasi. 

Penyebabnya, rusaknya otak bagian depan atau prefrontal cortex,  di mana bagian tersebut  jika kekurangan oksigen atau tubuh kurang istirahat. 

Kata lain,  semakin sering dengan  kebiasaan tidur malam,  semakin terlambat pula perkembangan  otak anak. 


2. Metabolisme  Tubuh Terganggu 

Pengaruh tidur larut yang dirasakan si kecil yaitu terganggunya metabolisme tubuh dan kurangnya kinerja organ dalam.  Setiap orang memiliki masing-masing  jam tubuh biologisnya, di mana tubuh berkerja secara optimal  sesuai pada fungsinya.  Jika tubuh bekerja padahal sudah masuk jam istirahat,  otak dan organ dapat rusak karena tidak mendapatkan  waktu istirahat  yang cukup. 


3. Penyebab Obesitas

Dari fakta yang dikumpulkan oleh Birmingham University,  ada korelasi yang sangat kuat antara tidur larut dan bertambahnya berat badan pada bayi. 

Hal ini juga didasarkan dari riset yang dilakukan  di Cina,  di mana ditemukan  fakta bahwa balita sering tidur larut malam rata-rata mempunyai BMI(Body Mass Index) yang besar dan tentu saja cenderung  tidak sehat.  

Para peneliti  mengatakan,  mereka yang tidur terlalu pendek kemungkinan  mengalami gangguan hormon selera makan. 


4. Meningkatnya Frekuensi  Tantrum

Tantrum dan emosi tidak stabil pada umumnya disebabkan kinerja otak yang tidak stabil. Tubuh dan otak yang lelah dapat menjadi salah satu penyebab utama si kecil melempar tantrum, yang tentu bisa berasal dari kebiasaan tidur larut malam.

Nah, jadi sudah jelas, kan.  Kalau ternyata tidur larut malam ternyata memang bahaya sekali terhadap perkembangan Si Kecil.

Related posts

Leave a Comment