Body Shaming, Bullying yang Berkedok Candaan

Hallo, Smart Ladies.

Sebelumnya apa sih body shaming ini? Body yang artinya badan dan Shaming yang asal katanya dari shame yang artinya bisa malu atau hina. Nah, dari dua kata itu pasti Ladies sudah bisa menebak apa itu body shaming.

Body shaming berupa komentar negatif terhadap penampilan seseorang, entah itu sadar atau tidak. Body shamer (sebutan untuk orang yang melakukan body shaming) sering berkomentar dengan alasan bercanda dan bila kita marah mereka melebeli kita baperan. Body shaming paling banyak adalah mencela bentuk tubuh dan warna kulit Apapun alasannya penghinaan terhadap fisik harus dihentikan karena banyak sekali imbasnya.

Body Shaming adalah bentuk verbal bullying. Menimbulkan banyak dampak buruk, antara lain menurunnya kepercayaan seseorang bahkan ada yang stres sampai bunuh diri akibat depresi.

Body Shaming sama saja seperti mencela ciptaan Tuhan. Padahal di dunia ini tidak ada yang sempurna. Tuhan menciptakan makhluknya lengkap dengan kelebihan dan kekurangan. Sebaiknya, sebelum berkomentar, cek dulu diri kita sendiri. Pantaskah? Sudah sempurnakah? Jika jawabannya tidak, lebih baik diam.

Sebenarnya cantik itu relatif karena pada dasarnya wanita memiliki potensi untuk menjadi lebih baik. Wanita bukan barang yang dibedakan berdasarkan bentuk dan penampilan karena semua orang pasti punya daya tarik sendiri. Entah karena bakat, kemampuan, atau caranya bergaul.

Seseorang yang sering melakukan body shaming bukanlah orang yang dewasa. Hal ini malah mencerminkan kelemahannya yang merupakan salah satu tabiat buruk. Tabiat ini jika dibiarkan akan menjadi bumerang bagi kita sendiri.

Mulai sekarang berhentilah melakukan body shaming meskipun berdalih bercanda atau basa basi karena tetap saja membuat sakit hati dan itu bukan candaan yang lucu. Dengan tidak melakukan celaan terhadap fisik setidaknya Ladies bisa membantu orang lain menjauhi stres.

Jika kita bersyukur dan menerima apa yang Tuhan berikan, kita tidak akan terdorong untuk mencela penampilan orang lain. Jika kita sadar bahwa bukan makhluk sempurna, kita akan berhati-hati dalam berucap.

Related posts

Leave a Comment