Lagi Sedih? Hindari Kebiasaan Buruk Ini


Halo, Smart Ladies.  
Kita sering menjumpai seseorang meminta kepada temannya agar menghentikan kesedihannya. Sebenarnya itu tidak perlu kita lakukan karena bersedih merupakan salah satu wujud emosi yang wajar dari manusia dan perlu diekspresikan selain bahagia.  Terlalu sering mengingkari perasaan sedih justru berdampak pada kepekaan seseorang  yang bisa terkikis.

Sedih bukanlah sesuatu  yang haram dilakukan.  Dita Von Teese, seorang tokoh mengungkapkan, ‘Somedays are just bad days, that’ s all.  You have to experience sadness to know happiness, and I remind myself that not everyday is going to be a good day,  that’s all’.  Pernyataan  itu benar,  tidak selamanya kesedihan  selalu menyelimuti.

Nah,  bagaimana agar sedih yang kita rasakan bisa bermanfaat  untuk diri sendiri dalam rangka pengekspresian emosi yang selama ini sangat sering  diingkari?  Yuk,  simak 4 kebiasaan  buruk yang harus dihindari saat sedang sedih supaya kesedihan  tidak berlarut-larut.


1. Berhenti Menganggap Payah Diri Sendiri

Harus kita ingat bahwa dunia selalu berputar. Bisa saat ini kita bersedih teramat parah, tapi percayalah besok akan ada alasan di mana kita akan tertawa bahagia.  Sesuatu yang menjadikan kita sedih tidak seharusnya menjadikan kalah.  Lawan kesedihan dengan tetap berusaha bangkit dan berpikir positif bahwa semua sudah sesuai rencana-Nya. Jadikan rasa sedih itu sebagai senjata bahwa kita bisa bangkit dan menjadi lebih dari hari ini.  
Seorang  tokoh, Alyssa Milano mengungkapkan  hal yang akan membuat kita yakin bahwa kesedihan tidak selalu soal keburukan: First, accept sadness. Realize that without losing, winning isn’t so great.

Itu benar, karena hidup yang lempeng saja, tidak akan mengajarkan apa-apa kecuali perasaan sempurna.  Kesedihan dan kegagalan biasanya menjadi pengingat bahwa hidup tidak ada yang sempurna. 


2. Berhenti  Memikirkan  Kesalahan-Kesalahan Masa Lalu

Biasanya jika sedang sedih,  seseorang  cenderung  memikirkan hal-hal negatif, termasuk masa lalu.  Kita mungkin akan memikirkan bahwa pernah melakukan  kesalahan serupa atau mungkin kecewa terhadap sesuatu di masa lalu yang menjadikan seperti sekarang. 

Hidup itu selalu berjalan kedepan.  Kalau kita melihat  ke belakang hanya untuk meratapi yang sudah terjadi,  itu hanya membuang-buang waktu.  Lebih baik tata hati, menangislah  sepuasnya dengan elegan, lalu kembali melangkah untuk menuju masa depan yang lebih baik.  


3. Berhenti Membandingkan-bandingkan Nasib

Merasa diri ini orang yang paling menderita setiap melihat teman mengunggah momen bahagia mereka. Merasa diri ini tidak ada apa-apanya dibanding  mereka.  Mulai sekarang stop untuk membanding-bandingkan nasib kita dengan orang lain!

Mungkin saat ini kita berada pada titik terendah  dalam hidup,  tetapi tidak boleh lupa segala kebaikan  yang sebelumnya pernah kita cicipi. Percayalah bahwa Tuhan Maha adil.  Dia tidak akan selamanya membiarkan  kita terjatuh, yakinkan bahwa Dia akan mengangkat derajat kita sesuai kesabaran,  keikhlasan,  serta usaha.


4. Hindari Pemikiran Mengakhiri  Hidup untuk Mendapatkan Penyelesaian

Ada beberapa orang yang berpikir bunuh diri adalah jalan keluar  terbaik.  Tetapi bagi mereka yang meyakini adanya hari pembalasan setelah kehidupan di dunia, tentu akan berpikir ulang untuk melakukan hal itu. Bunuh diri sebenarnya  bukan cara yang tepat karena hidup di dunia tidak abadi seperti halnya hidup setelah mati.

Jika kita tidak pernah mengenal  yang namanya kesedihan,  tentu kita tidak akan bisa mengapresiasikan kebahagiaan yang kita dapat.  Maka, bersedihlah sampai benar-benar lega,  tapi dengan cara elegan agar tidak mengeluarkan air mata sia-sia. 

Jangan takut untuk mengeksplorasi perasaan sedih karena sedih juga bagian dari perjalanan  hidup kita.  Kita bisa mengekspresikan  rasa bahagia dengan bebas.  Lalu,  kenapa tidak dengan bersedih?  Bersedih menunjukkan  bahwa kita manusia yang memiliki  pikiran dan perasaan.  Semoga bermanfaat. 

Mengendalikan Emosi dengan Bijak
Pixabay.com

Related posts

Leave a Comment