Mencintai karena Allah

Aku memandangi selembar kertas yang ada di tanganku, membaca berulang-ulang. Ada sebuah foto ukuran 4R di belakangnya. Kertas ini berisi biodata laki-laki yang akan menjadi calon suamiku. Mbak Ningrum, sosok keibuan yang menjadi guru mengaji, memberikan kepadaku hari ini selepas kajian rutin. “Hana, silakan kamu pelajari dan bicarakan dengan keluargamu. Kami menunggu jawabanmu dua minggu lagi, ya.” ucap Mbak Ningrum kepadaku. “Insyaallah Mbak.” Terus terang dadaku berdegup kencang saat melihat biodata ini. Nanti malam, aku akan menyampaikan hal ini kepada orang tuaku.  “Kamu sudah pernah bertemu dan kenal dengan laki-laki…

GAUN PESTA

Aku memandangi kartu undangan berbentuk oval, berwarna hitam dan putih yang ada di tanganku dengan jengah. Itu adalah undangan ulang tahun Anne yang ke tujuh belas, teman sekelasku di SMA. Acaranya nanti jam tujuh malam. Aku mendadak menjadi orang paling bingung sedunia karena undangan itu. Masalahnya, aku tidak mempunyai gaun yang bagus untuk mendatangi acara tersebut. Apalagi, tempatnya berada di sebuah restoran yang besar dan mahal.  Aku bersama dua sahabatku, Lina dan Ika, membahas masalah gaun ini sampai pulang sekolah. Di antara kami bertiga, hanya aku yang berhijab. “Aku sudah…

Surat untuk Bayu

Rosi berjalan tergesa-gesa meninggalkan ruang kelas IPS 1, yang menjadi tempatnya belajar selama ini. Setelah jam pelajaran berakhir, dia bergegas merapikan buku dan alat tulisnya, kemudian berjalan menuju kelas IPS 2 yang berada di ruang sebelah. Di depan kelas IPS 2, sudah menunggu Ayu, sahabatnya sejak SMP. Dia tersenyum. “Sudah kutulis suratnya, Yu, tolong kamu kasihkan ke Bayu, ya!” ucapnya dengan nada ceria. Tangannya mengeluarkan sebuah amplop berwarna merah muda dari dalam tas. “Oke, nanti aku sampaikan ke Bayu. Kalau sudah dibalas, aku kasihkan ke kamu,” kata Ayu sambil tersenyum manis.…

Haruskah Menulis Surat untuknya

“Kamu yakin tidak mau nomor wa nya dia?” tanya Ery, memastikan. “Buat apa? Tempat tugasku itu susah sinyal, Ry. Lagian, apa coba yang mau kubicarakan sama dia?” jawab Hendra dengan santainya balik bertanya pada kawan sebangkunya zaman SMA dulu, yang bersikeras ingin memberikan nomor wa Hana, seorang gadis yang pernah singgah dalam hidupnya ketika itu. “Ya sudah, tulis surat saja kalau begitu … masa tidak ada yang ingin kamu sampaikan? Ucapan selamat atau tanya kabar mungkin? Ayolah, kapan lagi ada kesempatan menyambung tali silaturahmi padanya?” Ery masih bersikukuh membujuk Hendra…

Syahadat Cinta

“Mom, please forgive me, I have to do this,” Kusentuh lembut bahu ibuku yang memalingkan wajahnya setelah aku memberi pengakuan. “So, you choose her than your family?” Suara Mom bergetar. Aku bisa merasakan betapa ia menahan kesedihan yang mendalam disebabkan oleh pernyataanku. “I’ve been thinking, and study this thing for so long … its not just because I do crush on her. Its about my faith, Mom,” kupeluk perlahan kedua bahunya dan menghirup wangi helaian rambutnya yang mulai memutih, sebelum bibirku mendarat di pipinya yang masih basah oleh air mata.…

Senyum untuk Arga

Hai, Zee! Bagaimana keadaanmu sekarang? Semoga lebih baik, ya. Semoga tetap bisa tersenyum untukku meski aku tak bisa melihatnya. Kamu bilang masih suka menungguku di teras depan rumah, seperti saat kita luangkan waktu bersama dulu. Benarkah? Aku bahagia mengetahuinya. Aku di sini sering tersenyum sendiri jika mengingat hari-hari kebersamaan kita. Sungguh indah dan menorehkan rindu untuk bisa mengulangnya. Apakah kamu juga merasakannya? Maaf, jika aku telah lama tidak memberimu kabar. Bukan aku sengaja melupakanmu atau ingin menjauh darimu. Tidak. Aku hanya mencoba untuk memahami diriku sendiri yang selama ini sering…

Cinta Sejati Kakek

Mata tua di balik kacamata frameless itu memindai wajahku dengan seksama. Aku memamerkan senyum yang dibalasnya dengan senyum yang tak kalah menawan. “Kamu? Kamu putrinya Sekarini, kan?” tanya wanita yang kutaksir berusia kurang lebih sama dengan mendiang nenekku, enam puluh tiga tahun. Aku refleks mengangguk, melebarkan senyum dan meraih kedua tangannya dalam genggamanku. “Apa nenek mengenal Mama saya?” tanyaku antusias seraya menatap matanya penuh harap. Mata teduh itu perlahan mulai berkaca-kaca. Ditariknya tubuhku masuk ke dalam hangat dekapannya. “Sangat, aku sangat mengenalnya. Aku bahkan sangat menyayanginya.” Suaranya bergetar saat ia…

Tak Ada Pertunangan

Rangkaian bunga tampak indah menghiasi tiap sudut ruangan, berbagai ornamen dan kursi tamu disusun sedemikian rupa siap menyambut para tamu yang menghadiri pesta pertunangan Miranda, adik perempuan semata wayangku. Aku berdiri di samping Mama. Sejak Papa tiada, akulah yang hampir selalu diandalkan untuk mendampinginya. “Eh, pacar kamu mana? Kok Mama sudah lama gak ada lihat kamu gandeng cewek?” tanyanya sambil terus mengedarkan pandangan dan tersenyum kepada para tamu. “Hmm, memang lagi sendiri aja kok, Ma … ,”jawabku enggan menghindari tatapannya yang tiba-tiba melotot ke arahku. “Hello, Henry Handsome, anak mama…

Pesta Ulang Tahun Siska

“Selamat ulang tahun, Siska,“ ucap Mirna kepada sahabatnya, “doa terbaik untukmu.“ “Terima kasih, Mir,“ jawab Siska tidak bersemangat. Hari ini dia bangun tidur lebih pagi dari biasanya, berharap ada kue dan hadiah di meja dapur. Namun, hanya kecewa yang diperolehnya karena di dapur tidak ada apa-apa. “Tidak mungkin mereka lupa, Mir,“ gerutunya pada Mirna, “hampir seminggu ini aku selalu membicarakannya.“ Memang Siska selalu menyinggung soal ulang tahunnya. Seperti meminta Mama membelikan coklat untuk dibagikan ke teman-teman sekelasnya. Siska juga meminta mamanya memasakkan ayam panggang untuk makan siang. Mama memang selalu…

Cinta Sita

Gelagat yang tidak baik pun akhirnya tercium oleh Sita, perempuan berambut ikal mayang sepinggang. Semua berawal dari pesan WhatsApp yang salah kirim kepadanya. Tanpa sepengetahuan Gio, perempuan pendiam yang cerdas itu mengumpulkan informasi tentang Hana dan masa lalunya. Hingga akhirnya dia menentukan sikap dan membuat keputusan. Ia tidak mau suaminya terjebak dalam lingkaran cinta terlarang yang bisa menjadi petaka. *** Gio termenung memikirkan permintaan istrinya yang sangat tidak masuk akal. Sikap yang aneh bahkan menurutnya tidak rasional. Dia pikir Sita bakal cemburu, marah-marah tidak karuan, dan ujungnya minta cerai. Ternyata…