Trik Mengatur Keuangan Keluarga ketika Dolar Meroket

Smart Ladies, cukup mengagetkan ketika kita mengetahui bahwa rupiah kembali melemah. Kompas.com menulis nilai tukar rupiah kembai terpuruk pada Kamis, 11 Oktober 2018. Kurs rupiah di pasar spot melemah ke kisaran Rp15.269,00 per dollar AS, sementara kemarin masih di Rp15.200,00. Melemahnya mata uang Indonesia menyebabkan kegiatan ekonomi masyarakat terganggu sehingga berimbas ke keuangan keluarga. Hal ini disebabkan banyaknya produk yang kita konsumsi berasal dari luar negri atau diimpor dari negara lain.

Artinya dibeli dengan mata uang dolar. Akibatnya, harga sejumlah barang kebutuhan pokok merangkak naik. Menyiasati situasi tidak menentu seperti ini, kita harus lebih smart dalam mengatur keuangan keluarga. Sebelum situasi semakin memburuk kita perlu memperbaiki pengelolaan keuangan keluarga kita.

Berikut lima trik mengatur keuangan keluarga ketika Dollar terus naik:

 

1. Pangkas Atau Kurangi Pengeluaran Tak Penting

Kita bisa membuat daftar untuk kebutuhan dalam sepekan. Dari daftar tersebut kita pilih kebutuhan yang mendesak pada urutan atas. Selanjutnya makin tidak penting makin ada di urutan bawah. Dari daftar ini kita bisa pindahkan kebutuhan tersebut pada daftar pekan depan. Artinya kita hanya menunda terpenuhinya kebutuhan itu bukan menghilangkannya. Jika kebutuhan itu adalah sesuatu yang kita nilai kurang penting bisa langsung kita pangkas atau kita hapus.

 

2. Paksakan Diri untuk Menabung

Jika sebelumnya menabung dilakukan ketika ada uang lebih, maka sekarang kita harus memaksakan diri untuk menabung. Hal ini juga bisa menghemat pengeluaran minggu ini, untuk menambah ketersediaan dana minggu depan. Jumlahnya bisa kita sesuaikan dengan kondisi keuangan. Asal tidak lebih besar dari saldo mingguan, karena bukan menabung jadinya tapi malah berhutang. Jika tabungan mingguan ini tidak terpakai minggu depan, lanjutkan dan kumpulkan dengan tabungan minggu berikutnya.

 

3. Simpan Dana Lebih dalam Bentuk Emas

Jika dalam satu bulan tabungan mingguan ini aman atau tidak digunakan, maka bisa dibelikan emas untuk tabungan. Emas lebih aman karena harganya mengikuti nilai dolar yang berlaku saat itu. Jadi jika kita simpan dana lebih dalam bentuk uang tunai, nilai beberapa bulan kedepan bisa jadi turun dari nilai saat ini karena posisi tukar rupiah terhadap dolar yang berbeda.

 

4. Lunas Hutang Konsumtif

Jika saat ini kita masih punya hutang konsumtif, misalnya kartu kredit atau cicilan kendaraan bermotor, hutang semacam ini harus lebih dulu dilunasi.

 

5. Lepas Emas pada Detik Terkahir

Smart Ladies, selayaknya dana simpanan, maka tabungan bisa menyelamatkan kita dari kondisi kekurangan keuangan. Emas yang kita simpan sebisa mungkin kita uangkan atau kita jual ketika kita benar-benar sudah tidak ada simpanan lain.

 

 

Nah, Smart Ladies, kita memang tidak perlu terlalu khawatir akan masa depan. Namun, menyiapkan diri dengan segala kemungkinan di masa yang akan datang adalah satu keharusan. Pengelolaan keuangan keluarga yang baik adalah salah satu contoh bahwa kita siap dengan segala situasi nanti.


Post Terkait

Comments