Tampilan Fisik dan Inner Beauty, Manakah yang Lebih Penting

Dear Smart Ladies, jika dihadapkan dengan pertanyaan manakah yang lebih penting antara tampilan fisik dan inner beauty, masalah apa yang menjadi concern Smart Ladies untuk terlihat cantik? Pembahasan mengenai hal ini menjadi topik menarik dalam sharing Mom Beauty di Grup Whatsapp Mom Millenial pada hari Selasa, 23 Oktober 2018 lalu.

Sharing diawali dengan Mom Yuke Rachmawati, pendamping untuk Mom Beauty di Grup Whatsapp Mom Millenial, yang mengajukan sebuah pertanyaan. Peserta sharing dihadapkan pada empat pilihan antara wajah, tubuh atau fisik, sikap atau perilaku, dan kecerdasan. Pertanyaannya, manakah yang menjadi prioritas untuk terlihat cantik. Dan, hasil survey (data ala Mom Millenial) menunjukan bahwa 50% berpendapat kecantikan wanita ditentukan oleh sikap atau perilaku, 20% kecerdasan, 15% wajah, dan 15% tubuh atau fisik .

Berdasarkan data sederhana di atas, dapat disimpulkan bahwa kecantikan tidak harus terpaku pada wajah dan fisik semata, seorang wanita dengan attitude yang baik biasanya akan menarik perhatian lebih banyak. Mom Yuke Rachmawati juga menyuarakan pendapatnya, bahwa kolaborasi dari keempat unsur kecantikan tersebutlah yang mengoptimalkan kecantikan seorang wanita karena dengan memiliki satu kelebihan, belum tentu serta merta dapat menutupi kekurangan, jika kekurangan itu sendiri tidak dieliminir.

Seorang peserta sharing menanyakan tentang keterkaitan antara standar kecantikan dengan fenomena body shaming (penghinaan atas tampilan fisik seseorang, baik secara verbal maupun non verbal). Mom Yuke menjawab bahwa hal tersebut erat kaitannya dengan nilai kultur dan sosial. Hal ini dibuktikan dengan adanya perbedaan definisi ‘cantik’ di berbagai negara. Contohnya, di Amerika yang notabene warganya berkulit putih, seorang wanita dikatakan cantik bila dapat menghitamkan kulitnya dengan cara berjemur (tanning). Sebaliknya, di Indonesia yang warganya berkulit sawo matang, menjadikan kulit putih sebagai salah satu standar kecantikan.

Standar kecantikan pun tak jauh dari pengaruh industri produk kecantikan. Indonesia sebagai negara berkembang sudah dihujani dengan marketing produk dari negara yang lebih maju. Industri produk pemutih wajah mengiklankan produknya dengan memasukkan asumsi bahwa wanita cantik haruslah berkulit putih cerah. Begitupun dengan industri produk pelangsing dan produk kecantikan lainnya. Sehingga kemunculan fenomena body shaming bisa jadi merupakan salah satu akibat dari berhasil masuknya asumsi produk kecantikan tersebut.

Salah satu peserta sharing, Nova Bahri, membagikan artikel yang ditulisnya di www.wanita.me. Isinya membahas tentang body shaming. Artikel ini bertujuan untuk mengedukasi secara massal bahwa setiap wanita diciptakan cantik. Agar definisi cantik menjadi rata, sehingga para perempuan lebih fokus untuk berkreasi. Artikel tersebut juga membuktikan bahwa penentu kecantikan harus merupakan kolaborasi antara sikap atau perilaku, kecerdasan, wajah, dan tubuh. Jika ditambah dengan self confident, maka tak akan ada celah untuk masuknya body shaming.

Dalam sharing Mom Beauty kali ini, dapat disimpulkan bahwa sudah menjadi kodrat bagi wanita untuk cantik. Tentunya, cara menjaga kecantikannya yaitu dengan menyeimbangkan antara kecantikan wajah, tubuh, sikap, dan kecerdasan yang di-make up dengan selalu bersyukur dan bahagia. Keseimbangan antara kecantikan fisik dan inner beauty membuat seorang wanita terlihat semakin mempesona.

Smart Ladies, sudah merasa cantik hari ini?


Post Terkait

Comments