Rahasia Sukses Seorang Prof. Dr. Malik Ibnu Sabil - Resensi Buku “Dendam” si Yatim Piatu

Penulis membubuhkan kata “dendam” pada judul buku ini yang berarti bahwa, kata tersebut memiliki makna tentang harapan, cita-cita dan mimpi yang senantiasa dipupuk sejak sang tokoh masih kecil hingga dewasa. Jadi, terkadang pemilihan diksi yang berlawanan dengan maksud yang dituju lebih mampu menyihir pembaca untuk mengetahui lebih lanjut isi buku. Ketika membaca buku ini, sekilas seperti sebuah memoar. Sebab, Sintha Rosse, menuliskan kisah seseorang yang masih hidup dan mendapatkan informasinya secara lansung. Makanya dalam sub judul buku ia menuliskan, Sebuah Perjalanan Kalbu : Malik Ibnu Sabil.

Berawal dari perjalanan hidup seorang Malik Ibnu Sabil kecil di sebuah daerah terpencil di Jawa Barat, lalu kehilangan sosok ayah dan ibu dalam kurun waktu yang relatif dekat. Inilah awal mula yang membuat hidupnya berpindah-pindah dari satu keluarga ke keluarga lainnya demi menyambung sekolah. Namun, rupanya kepedihan inilah yang memupuk “dendam” Malik Ibnu Sabil. Tekadnya bulat, suatu hari nanti si anak dusun yang yatim piatu ini akan membuktikan kepada dunia luar, bahwa satu-satunya cara melampiaskan "dendam" adalah dengan prestasi yang gemilang pada jalur pendidikan.

Petualangan hidup Malik Ibnu Sabil dimulai, ketika ia mulai mengajarkan baca tulis Al-Qur’an di Cikatomas, di sebuah  madrasah milik Wak Jumadi (hal. 88). Kemandirian dan kecerdasannya mengundang perhatian para tokoh masyarakat setempat. Dukungan moral dan materil nyaris tanpa putus demi menyokong pendidikannya. Terlebih, kemampuan ilmu agama yang mumpuni membuat Malik Ibnu semakin disegani.

Melihat kepribadian Malik Ibnu Sabil yang memperlihatkan sosok yang santun, ramah namun memiliki semangat kuat untuk maju membuat orangtua Nur’aini menjodohkan putri mereka dengan dirinya. Akhirnya Malik Ibnu Sabil bertemu dengan tulang rusuknya yang selama ini hilang. Bersama istri tercinta, semangat untuk terus menuntut ilmu hingga jenjang yang lebih tinggi semakin membara. Sosok Nur’aini sendiri bagi Malik Ibnu Sabil merupakan sumber inspirasi untuk meraih gelar Guru Besar dan Profesor Linguistik.

Novel inspiratif dengan ketebalan 266 halaman ini, menyajikan banyak hikmah dan pelajaran yang bisa dipahami semua kalangan. Kabar baiknya ialah, buku ini dapat Anda miliki segera karena penjualannya di toko buku Gramedia seluruh Indonesia. Namun, bagi yang ikut PO, akan mendapatkan tandatangan penulisnya.

Penulis menyajikan kisah ini dengan alur cerita yang apik, ending yang menyenangkan dan tentunya nilai-nilai luhur dari seorang tokoh pendidikan. Bahwa bagaimanapun beratnya ujian dari Tuhan, namun kewajiban menuntut ilmu merupakan satu-satu jalan memenangkan persaingan hidup. Jadi, buku “Dendam” si Yatim Piatu ini sangat recomended bagi Anda yang menyukai kisah inspiratif, romantis, dan membakar semangat. Terutama bagi para mahasiswa dan para pelajar di seluruh Indonesia dan berbagai negara di dunia yang tradisi literasinya sudah sangat maju. Siapkan diri Anda larut dalam kisah perjalanan kalbu Malik Ibnu Sabil, dan mencintai sosok Nur’aini! Mumpung masih awal bulan, segera beli buku “Dendam” si Yatim Piatu ya untuk menemani hari-hari Anda yang mengesankan.

Judul : “Dendam” si Yatim-Piatu

Penulis : Sintha Rosse

Penerbit : Pustaka Mandiri

Cetakan : I, 2018

Tebal : 266 halaman

ISBN : 978-602-359-073-5

 

 


Post Terkait

Comments