Nasi Basi Kerap Dibuang, Jadikan Kompos Tanaman, Yuk

Hai, Smart Ladies!

Nasi adalah salah satu bahan pangan utama masyarakat Indonesia dan negara-negara lain. Nasi memiliki warna putih, bentuk kecil, dan bertekstur sangat lembut. Nasi merupakan sumber karbohidrat yang sangat baik untuk manusia yang membutuhkan banyak energi. Nasi sendiri merupakan hasil olahan dari beras. Nasi yang sudah lama atau belum sempat dimakan habis, biasanya akan berakhir di tempat sampah. Nasi basi tersebut sebenarnya masih dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak itik atau lele. Nasi basi juga dapat digunakan sebagai pupuk kompos, yaitu menjadi Mikro Organisme Lokal (MOL). MOL sangat bagus untuk media tanaman sebagai penyubur tanah dan tumbuhan.

A. Cara Pembuatan Kompos Organik

1. Menjamurkan Nasi

Simpan nasi basi ke dalam wadah plastik atau mangkuk kecil dalam kondisi terbuka sampai berubah warna menjadi jingga.

2. Mencampur Nasi dengan Larutan Gula

Ambil satu liter air lalu tambahkan lima sendok makan gula pasir, aduk rata. Masukkan larutan gula pasir ke dalam wadah berisi nasi basi kemudian remas-remas dengan sarung tangan. Penambahan gula ini berfungsi sebagai makanan mikroorganisme yang membantu pembentukan nasi menjadi kompos.

3. Mendiamkan Hingga Berbau Seperti Tape

Setelah nasi basi bercampur gula, diamkan selama satu minggu sampai baunya seperti bau tape. Cairan ini telah siap digunakan sebagai pupuk kompos. Gunakan botol mineral yang dilubangi tutupnya. Sebelum disimpan dalam botol, cairan ini disaring untuk memisahkan ampas nasi.

B. Cara Memakai, Menyimpan dan Memperbanyak MOL

Agar mudah digunakan, MOL yang siap panen dimasukkan dalam botol air mineral. Jika akan disiramkan ke media tanam, tidak perlu disaring langsung pakai saja. Tetapi jika ingin disemprotkan ke tanaman, lebih baik disaring terlebih dahulu.

1.Cara Memakai:

Mula-mula larutkan MOL dan air dengan perbandingan 1:20. Cara pemakaiannya, siramkan langsung ke media tanam, hindarkan batang dan daunnya. Jadi, MOL 1 sendok makan, airnya 20 sendok makan. Bila MOL 1 liter, maka air 20 liter, dan seterusnya. Gunakan kelipatannya seperti pada prinsip pengenceran agar tidak terlalu pekat dan tidak merusak media tanaman. Lakukan penyiraman MOL seminggu sekali atau seminggu 2 kali.

2. Cara Menyimpan:

Jika menyimpan MOL dalam botol, tutup botol sebaiknya diberi lubang udara sedikit supaya oksigen tetap mengalir. Sebenarnya penyimpanan dalam botol air mineral yang dilubangi tutupnya untuk memudahkan penyimpanan dan penggunaannya. Setiap kali tambahkan sedikit gula pasir sebagai makanannya.

3. Cara Memperbanyak MOL

Agar Ladies tidak membuat MOL berulang-ulang, lebih baik memperbanyaknya. Satu botol MOL dibagi dua ke dalam botol lain. Lalu tambahkan air sampai hampir penuh. Masukkan gula pasir sesuai takaran di atas. Beberapa hari kemudian akan terlihat cairan MOL di dalam botol menjadi lebih pekat, itu tandanya MOL sudah bertambah banyak. Ulangi cara yang sama untuk membuat MOL di botol-botol berikutnya.

Pada dasarnya mikro organisme itu membantu proses penyuburan tanaman. Nah, kini Ladies tidak lagi merasa bersalah tiap hari membuang nasi basi dengan sia-sia. Silakan mencoba dan berbagi pengalaman dengan teman, ya.

 

Penulis: Tinneke Indrawati


Post Terkait

Comments