Mengenal Sindrom Asperger pada Anak

Hai, Smart Ladies!

Mungkin kita agak asing mendengar kata asperger dan lebih familiar dengan autisme. Asperger dianggap bagian dari sindrom autisme dengan gejala lebih ringan, yang ditemukan pertama kali oleh Hans Asperger, seorang dokter anak asal Austria pada tahun 1941. Namun asperger baru diteliti dan dikembangkan sekitar tahun 1980.

Jika kita mengenal seorang anak yang pintar, cerdas dan berbakat namun menyendiri, tidak punya teman, susah bergaul, tidak dapat berkomunikasi dua arah, bisa jadi anak tersebut asperger. Sindrom Asperger biasa disebut autisme yang multifungsi yaitu autis dengan kemampuan verbal dan kognitif yang baik. Gejalanya mulai dapat dideteksi sejak umur 6 tahun atau kadang baru terdiagnosa ketika anak mulai beranjak remaja atau dewasa, dan terutama diderita oleh anak laki-laki.

Berbeda dengan autisme, sebagian besar penderita sindrom asperger dapat hidup secara mandiri dan mempunyai IQ relatif tinggi. Asperger juga bukan suatu penyakit mental. Banyak tokoh dunia penyandang asperger seperti Einstein, Vladimir Putin, Michael Jackson, Bill Gates, Steve Jobs dan lain-lain.

Sindrom Asperger dapat disimpulkan oleh dokter spesialis atau psikolog dengan beberapa macam tes tertentu. Tetapi umumnya sindrom asperger dapat kita kenali dengan gejala umum berikut ini.

1. Masalah dalam Komunikasi

Penderita asperger mempunyai masalah dalam hal berkomunikasi. Meskipun mereka pandai dalam bahasa atau kosa kata dan berbicara seperti seorang profesor, pada umumnya mereka hanya dapat mengartikan kata-kata secara harfiah atau makna yang sesungguhnya saja. Mereka kesulitan berkomunikasi dua arah, cenderung kurang sabar dan suka memotong pembicaraan orang lain agar orang mau mendengarkan apa yang dia katakan.

2. Masalah dalam Interaksi Sosial

Selain bermasalah dalam berkomunikasi, penderita asperger juga bermasalah dalam interaksi sosial. Karena cara berbicaranya yang terlalu lugas, ilmiah dan jujur, mereka kadang tidak peka, kurang sopan dan sering dianggap menyinggung orang lain walaupun mereka tidak bermaksud demikian. Selain itu mereka sulit membedakan mana yang bercanda atau bukan, sulit membaca bahasa tubuh orang lain, dan sangat terbatas untuk bertatapan mata. Mereka sering dianggap aneh, menarik diri dari pergaulan dan sulit untuk berteman walaupun sebenarnya mereka ingin sekali berteman, sehingga tampak mereka asik dengan dirinya sendiri.

3. Masalah Fisik

Anak penyandang asperger perkembangan motoriknya terlambat. Biasanya mereka sulit menangkap bola, atau tidak dapat bermain sepeda. Mereka lebih senang berbicara atau membaca buku mengenai sains dibandingkan dengan menonton film kartun misalnya. Mereka juga mengalami keterlambatan perkembangan motorik kasar dan halus.

4. Sensitif

Penderita asperger cenderung memiliki indra yang sangat sensitif. Mereka sangat peka dengan cahaya atau suara yang bising. Mereka kadang merasa terganggu dengan warna tertentu, minuman dan makanan dengan rasa yang kuat

5. Ketertarikan pada Sesuatu Secara Khusus

Penderita asperger biasanya memiliki ketertarikan khusus dan sangat berbakat pada sesuatu misalnya seperti matematika, menggambar, musik, dan hal lainnya. Mereka juga terobsesi dengan jadwal kereta, cuaca, astronomi atau statistik. Mereka akan sangat menyukai satu atau dua topik itu dan dapat menguasainya dengan pengetahuan yang mendalam.J ika kita mengarahkannya dengan benar, mereka bisa genius dalam bidang itu.

Penyebab sindrom asperger belum teridentifikasi secara pasti. Para ahli berpendapat kemungkinan berasal dari faktor genetik, atau perbedaan struktural dan fungsional otak saat pertumbuhan janin.

Demikian Smart Ladies, semoga dapat menambah pengetahuan kita tentang sindrom asperger pada anak .


Post Terkait

Comments