Festival Sapi Cantik Madura

Hai, Smart Ladies.

Pulau Madura yang biasa disebut Pulau Garam ini tidak asing lagi dengan ragam keunikannya. Sehingga mampu membuat turis internasional maupun lokal datang berkunjung. Sebenarnya, ada ajang yang unik lagi selain karapan sapi, yaitu festival sapi cantik yang biasa dipanggil sapi sonok.

Sapi sonok bermula dari kebiasaa petani merawat sapi betina mereka. Setiap sore, sapi-sapi iti dimandikan dan diikat pada tonggak kayu dan dijajar rapi. Untuk calon sapi sonok ini, sapi-sapi biasa dilatih sejak usianya 3 tahun dengan perlakuan khusus dan diberi makan terbaik untuk nutrisinya.

Festival ini digelar khusus untuk sapi betina yang dikembangkan sejak tahun 1951. Hanya saja festival sapi sonok tidak sepopuler karapan sapi. Berbeda dengan karapan sapi yang menggunakan sapi jantan yang dinilai dari kecepatan larinya.

Sapi sonok justru menggunakan sepasang sapi betina yang dihias secantik mungkin dan dimanja. Penilaiannya tertuju pada keanggunan sapi dan kecantikannya. Sapi dibiarkan berjalan seperti di catwalk dan menunjukkan keserasian dan keindahan. Bulu-bulu dan badan sapi sonok ini dirawat.

Di ajang festival ini sapi berjalan serempak bersama pasangannya sambil mengikuti alunan dari alat musik tradisional yaitu trompet, kenong dan gong. Pada leher hingga bahu sapi sonok dipasang slempang emas dan pangonong, kayu perangkai yang diukir indah dengan perpaduan emas dan merah. Selain keindahan berjalan dan hiasan yang dipakai, yang dinilai adalah keserasian sapi hingga garis finish.

Festival ini selalu diadakan setiap tahun dan setiap wilayah mendatangkan sapi-sapi terbaik mereka. Sapi sudah menjadi identitas Pulau Madura dan sudah sangat terkenal dimana saja. Kontes sapi sonok ini hampir berbarengan dengan diselenggarakan karapan sapi.

Disebut sapi sonok karena dalam kontes ini sapi dilepas sehingga menuju garis finish sendiri, diiringi berjalan pada lintasan dan diharuskan finish dengan masuk pada sebuah gapura, orang madura biasa menyebutnya Nyono'. Sampai pada garis finish ini sapi-sapi tadi diharuskan mengangkat kakinya bersamaan lalu meletakkan disebuah kayu. Kayu ini lebih tinggi dari lintasan. Yang paling anggun, kompak berjalan, dan paling cepat meletakkan kaki di papan kayu dibawah gapura sudah pasti sapi yang sangat terlatih tentu secara ekonomis harga sapi tersebut bernilai tinggi.

Untuk jamu pada sapi sonok ini diberikan rutin satu minggu satu kali dicampur dengan kurang lebih 15 butir telur ayam kampung. Banyak masyarakat Madura yang rela mengeluarkan uang demi membeli sepasang sapi betina untuk diikutikan kontes sapi sonok ini.

Kisaran harga sepasang sapi sonok Rp 100-200 juta rupiah. Berbeda dengan sapi sonok yang sudah menjadi juara dalam festival maka harganya akan melambung tinggi kisaran pada Rp. 400-500 juta perpasang.

Sekian info dari saya semoga bermanfaat.


Post Terkait

Comments