8 Tips agar Anak Tidak Mengisap Jempol

Hai, Smart Ladies!

Kita pasti pernah melihat seorang anak yang asyik mengisap jempolnya. Kenapa itu bisa terjadi? Mengisap jempol merupakan insting setiap bayi karena mereka dikaruniai insting mengisap apapun yang menyentuh mulutnya. Bahkan, beberapa bayi mulai refleks mengisap sejak masih dalam kandungan. Sebenarnya, kemampuan ini diperlukan agar bayi dapat mengisap ASI.

Biasanya anak mengisap jempolnya agar merasa nyaman dan tenang. Ia membutuhkan rasa nyaman ketika merasa sedih, cemas, takut, bosan, atau lelah. Bagi anak, jempol adalah sahabat setia yang selalu siap menemani kemanapun ia pergi, apalagi saat harus berpisah dengan orang tuanya.

Apakah kita perlu risau dengan kebiasaan mengisap jempol ini? Sebenarnya, bukan sesuatu yang perlu dirisaukan selama dilakukan pada waktu tertentu. Namun, jika kebiasaan ini berlanjut terus-menerus hingga berusia tiga tahun perlu diwaspadai karena bisa berdampak negatif terhadap proses tumbuh kembang anak. Pertumbuhan gigi dan kemampuan bicara anak dapat terganggu.

Nah, Smart Ladies, kita sebagai orang tua sebaiknya menyikapi hal ini dengan tenang dan tidak berlebihan. Jangan sampai membuat anak merasa tertekan dan semakin tidak nyaman. Kita bisa mencoba beberapa hal berikut ini agar anak melepaskan kebiasaan mengisap jempol, antara lain:

1. Berikan Pemahaman pada Anak

Kita memberikan pemahaman kepada anak bahwa mengisap jempol merupakan perilaku bayi. Ketika ia sudah besar, kebiasaan itu harus ditinggalkan. Bisa kita jelaskan juga dengan bahasa yang ia mengerti tentang dampak negatif mengisap jempol.

2. Menjadi Sahabat Baik Anak

Kita sebagai orang tua harus berusaha menjadi sahabat baik yang selalu mencurahkan perhatian, empati, dan kasih sayang pada anak. Ketika rasa nyaman dan aman ini sudah didapatkan, ia akan meninggalkan kebiasaan mengisap jempol.

3. Menciptakan Kegiatan yang Melibatkan Kedua Tangan

Kita sebagai orang tua harus pandai mengalihkan kebiasaan mengisap jempolnya dengan menciptakan kegitan-kegiatan kreatif dan menyenangkan yang melibatkan kedua tangan anak. Misalnya, bermain pasir ajaib, play dough, finger painting, ubleg, kolase, atau aktifitas lainnya.

4. Sibukkan Mulut Anak

Kita bisa menyibukkan mulut anak dengan memberinya berbagai macam cemilan yang sehat, mengajaknya bernyanyi, bermain kata, meniup balon, atau aktifitas lainnya sehingga ia lupa dengan kebiasaan mengisap jempolnya.

5. Berikan Batasan Secara Bertahap

Kebiasaan mengisap jempol ini tidak bisa kita hilangkan dalam sekejap, butuh proses dan bertahap. Pertama, kita bisa memberinya batasan melakukannya pada waktu-waktu tertentu saja, misalnya, saat mau tidur. Lama kelamaan kebiasaan ini akan berkurang seiring seringnya kita memberikan kegiatan yang mengalihkan perhatian.

6. Mengingatkan dengan Lemah Lembut dan Tidak Mengancam

Ketika anak kita lupa dan masih melakukan kebiasaan mengisap jempol ini, kita bisa mengingatkannya dengan lemah lembut, tidak mencela, membentak, dan mengancam. Tidak membuatnya tambah tertekan yang justru akan memberontak dan betah dengan kebiasaannya.

7. Melumuri Jempol dengan Zat Pahit

Kita bisa coba melumuri jempol anak dengan zat pahit yang tidak disukai anak. Tentu saja dengan menggunakan zat yang aman dan tidak beracun. Misalnya, dengan menggunakan brotowali yang rasanya sangat pahit.

8. Konsultasi dengan Dokter Gigi Anak

Kita bisa ajak anak kita untuk berkonsultasi ke dokter gigi, meminta solusi agar kebiasaan mengisap jempol ini tidak berlanjut sehingga akan mengganggu pertumbuhan gigi. Biasanya anak juga akan menurut jika dokter gigi yang memberikan nasihat.

Demikianlah, Smart Ladies, semoga 8 tips di atas bisa membantu anak kita melepaskan kebiasaannya mengisap jempol sehingga pertumbuhan gigi dan kemampuan bicaranya dapat berkembang dengan baik.


Post Terkait

Comments