5 Cara Menstimulasi Kemampuan Memegang Pensil dan Menulis Anak

 

Ketika anak masuk sekolah, Smart Ladies pasti menginginkan dia mampu menulis dengan baik di sekolahnya. Lalu, apakah kita sebagai orang tua sudah menyiapkan mereka sebelum memasuki bangku sekolah?

Kemampuan menulis anak sangat berkaitan dengan keterampilannya memegang pensil. Pada dasarnya memegang pensil merupakan salah satu kemampuan motorik halus anak. Kemampuan motorik halus adalah kemampuan yang berhubungan erat dengan keterampilan fisik yang melibatkan otot kecil dan koordinasi mata serta tangan. Kemampuan ini harus mendapatkan stimulasi yang tepat agar saat anak masuk ke sekolah dasar ia sudah mampu memegang pensil secara benar dengan menggunakan tiga jarinya serta mampu menulis dengan baik.

Ada kalanya sebagai orang tua kita justru salah memberikan stimulasi kepada anak agar ia mampu memegang pensil dan menulis dengan baik. Di bawah ini tiga stimulasi yang salah dalam mengembangkan kemampuan menulis anak pada tahap awal belajar menulis:

  1. Mewarnai gambar tidak boleh keluar garis;
  2. Menghubungkan garis-garis sehingga membentuk sebuah benda; dan
  3. Menggambar sederhana.

 Apakah Smart Ladies pernah melakukan tiga hal di atas untuk mengembangkan kemampuan menulis anak? Perlu diketahui, ketiga hal di atas justru menghambat kemampuan menulis anak. Kok bisa? Karena tiga latihan tersebut hanya berfokus pada  konten dan kerapian. Mereka tidak belajar bagaimana mengontrol pensil, memegang pensil yang benar, dan kecepatan menulis.

 

 Stimulasi dasar untuk melatih kemampuan menulis dengan baik adalah mengasah kemampuan motorik halusnya. Bukan hanya pada kemampuan menggambar atau mewarnai bentuk tertentu.

 

 Lalu, bagaimana caranya memberikan stimulai yang tepat untuk kemampuan motorik halusnya agar anak dapat menulis dengan baik ketika ia bersekolah nantinya?

       1. Bermain Menggunakan Pinset untuk Mengambil Benda-Benda Kecil

Ajak anak memindahkan wol-wol kecil ke dalam mangkok menggunakan pinset. Kegiatan ini bisa juga divariasikan dengan memindahkan wol berdasarkan warna ketika memasukkannya ke dalam suatu wadah. Permainan ini selain mengasah kemampuan motorik halusnya, juga akan mengenalkan warna kepada anak.

  1. Bermain Pistol Air atau Semprotan

Pada saat anak bermain menggunakan pistol air, secara tidak langsung akan menguatkan otot-otot jari anak. Hal ini akan mendukung kemampuan menulisnya.

  1. Menuangkan Air dari Teko ke Dalam Gelas

Ini adalah aktivitas sederhana, tapi sangat berguna untuk melatih otot-otot jarinya. Pada saat anak menuangkan air dari teko, anak belajar tentang keseimbangan antara memegang teko dan gelas agar air tidak tumpah.

  1. Bermain Menggunakan Play Dough

Permainan ini akan mengajak anak membuat bentuk-bentuk sederhana yang secara tidak langsung akan melatih otot-otot jari tangannya. Jari tangannya akan aktif membuat bentuk adonan yang diinginkan.

  1. Banyak-Banyaklah Bereksplorasi dan Berkreasi

Masih banyak permainan yang melibatkan kegiatan aktif yang dilakukan menggunakan tangan. Ketika motorik halusnya sudah makin terampil, maka akan dengan mudah anak melakukan gerakan menulis.

 

 Kita bisa melakukan latihan menulis sederhana kepada anak, ketika ia sudah mampu memegang pensil dengan benar. Ajaklah anak saat sudah berumur empat tahun untuk membuat banyak bentuk tulisan, seperti membuat bentuk lingkaran, kotak, bola, dan mewarnai bentuk. Tapi ingat, agar tetap melakukannya dalam suasana yang menyenangkan. Misalnya dalam sebuah permainan agar kemampuan belajar anak tumbuh secara alami tanpa paksaan.

 

 Ketika anak sudah mulai memasuki usia SD, ajarkan anak tingkatan menulis yang lebih susah, yaitu menulis dengan baik dan hasil tulisannya bisa dibaca orang. Agar tulisan anak bisa dibaca orang, Smart Ladies bisa mengajarkan  hal-hal berikut:

 Ajak anak untuk mulai menulis di atas garis;

  1. Katakan pada anak, untuk selalu menggunakan ukuran huruf yang sama dalam setiap tulisannya;
  2. Ajarkan pada anak untuk menjaga jarak antar huruf agar seimbang;
  3. Jarak antar kata juga harus ada. Jangan sampai anak menulis antara satu kata dengan kata yang lain saling berhimpit; dan
  4. Antar huruf tidak saling bertabrakan.

 

Tidak perlu panik berlebihan saat mengetahui anak mengalami keterlambatan dalam kemampuan menulis. Tetap berikan stimulus pada motorik halus anak dan kemampuan menulisnya. Rajin-rajinlah mengajak anak untuk menulis huruf dan angka setiap harinya setidaknya selama 15 menit. Apabila anak belum menunjukkan kemampuan menulis dan belajar ketika usianya sudah 6-7 tahun, ada baiknya Smart Ladies mengonsultasikannya dengan pihak yang lebih ahli atau psikolog.


Post Terkait

Comments